Gladis memberengutkan wajahnya lalu tidur di samping Devan. Pisah kamar? Ide buruk baginya, dia sendiri tidak pernah bisa tidur sendirian.
"Lo gak denger gue bilang apa?" ucap Devan dengan nada sinis.
"Gue gak bisa tidur sendiri. Emangnya kenapa sih kalau tidur bareng? Udahlah tidur bareng aja, gausah rewel."
Gladis menarik tangan Devan, membuat lelaki itu tersungkur di kasur. Dia baru ingat Gladis memang tidak bisa tidur sendirian. Mereka berdua akhirnya kembali untuk tidur bersama.
Devan merasa gelisah, sejak tadi dia sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Pikirannya melayang ke banyak hal. Sampai dia memaksa memejamkan mata untuk menghitung domba pun tidak berhasil. Akhirnya Devan bangun, mengambil sebungkus indomie dan memasaknya bersama telur.
Gladis terbangun karena suara gadu