Devan membuka makanan kaleng yang baru dia beli, dia merasa lapar tapi tak tau harus makan apa, beberapa warung makanan sudah tutup, ingin membeli indomie lagi, tapi baru saja kemarin dia sudah makan indomie. Devan melirik ponselnya, berharap akan ada panggilan dari Gladis atau Zeta. Menunggu seminggu bukanlah hal yang mudah bagi Devan. Sarden yang dia pegang dia amati dalamnya, baunya enak menurut Devan, dia membaca kemasan kaleng, namun tidak ada petunjuk sama sekali.
Devan menyerngitkan dahinya saat mendapatkan nomor tidak dikenal, dia lalu mengangkatnya. Setelah usai pembicaraan dengan lelaki di seberang sana, Devan segera mengambil kopernya, mencari paspor dan pergi secepatnya. Sayangnya panggilan itu sama sekali tidak Devan curigai, siapa sangka, nyawanya hampir dihabisi sendiri ol