Devan benar-benar panik, bagaimana bisa Gladis pergi tanpa memberi tahunya. Devan menggenggam erat ponselnya, rasanya ingin marah tapi dia tak tau kemana harus melampiaskan kemarahannya. Devan mencoba menelpon orang tua Gladis, namun tak ada kabar juga. Devan teringat kepada pelayan Gladis yang dulu selalu ada di sampingnya. Dia menghubungi Zeta, namun tidak tersambung. Devan benar-benar merasa frustasi dan bingung harus mencari Gladis kemana. Devan sangat tau Gladis, dia gadis yang tidak murahan dan gampang tidur dengan lelaki manapun, dia tau dan yakin bahwa Gladis tidak akan tidur dengan Rio. Dia tau Gladis adalah gadis sopan yang menghargai dirinya. Devan termenung di dalam kamarnya, menatap dirinya di depan kaca, dia merasa menjadi suami berengsek untuk Gladis. Dia merasa sangat tidak