Gladis memutuskan kembali ke apartemen Devan dan tidur dikamarnya, dia tak mau tinggal dirumah mamanya, kali ini rindunya makin menjadi, dia mengambil baju Devan dan memeluknya untuk tidur. Usapan halus dipipinya membuat tidurnya terusik, tangannya meraba-raba baju Devan yang hilang dari tangannya, namun dia malah menemukan sebuah tangan kekar, dia terkesiap dan menatap lelaki itu, air matanya tumpah tak bisa dicegah, saat itu juga dia tak berani memeluk suaminya, dia hanya masih menyentuh tangan Devan, dia sibuk menghapus air matanya dan segera bangkit dari kamar tidurnya, namun tangan besar itu malah menarik Gladis untuk kembali terduduk, rambutnya yang terurai bebas dibelai lembut olehnya, dia menarik Gladis kedalam pelukannya, disana Gladis menumpahkan segala kerinduannya. Devan mengan