Gladis memegang dadanya yang sakit dan nyeri perih, kecemburuan suaminya tanpa alasan membuatnya menerka-nerka dan gelisah, kesalahan apa lagi yang telah ia perbuat sampai bisa membuat luka yang lebar ditangan Devan, apa begitu marahnya Gladis berhubungan dengan Amar walau hanya sebatas saling membantu? Gladis memilih merayu suaminya lagi sungguh dia takut akan ayat ini
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Qs. Ali-Imran: 134)
Dia sangat takut menjadi istri yang durhaka, Gladis berjalan menuju tempat kerja Devan yang tertutup rapat, Gladis membuka pintunya dan mendapati Devan yang menelungkupkan wajahnya diantara