Rima merasa ada tangan besar yang melingkar di pingganggnya, dia terkesiap dan refleks menendang lelaki yang disampingnya, dia seketika histeris berteriak.
“AAAAAA SIAPA KAMU?” Rima berdiri dan berlari ke pojok ruangan, sedetik kemudian dia merasa nyeri dibagian intimnya, dia mengingat-ingat apa yang terjadi, lalu dia menyadari, itu karena perbuatan Amar.
“Rima, sayang kamu kenapa, aduh sakit pingganggku,” ucap Amar mengusap pinggangnya yang terbentur lantai, dia tak menyangka memiliki istri yang galak seperti Rima.
“E-eh maaf mas, maaf, Rima lupa kalau sudah menikah,” ucap Rima lalu berjalan tertatih menuju Amar, karena sakit dibagian intimnya.
Amar yang melihat Rima susah berjalan, tersenyum kecil, bayangan seyumnya terlihat dari pancaran sinar rembulan dari kaca hotel. Ini malam per