Mata Rafa menerawang keluar, dia sedang mendatangi yayasan SD Wijaya Grup, dia melihat banyak anak-anak kecil yang sedang bermain, terbesit didalam hatinya ingin memiliki seorang cucu yang manis, lucu dan aktif seperti mereka, dia telah selesai bertemu dengan kepala sekolah dan mengelilingi melihat gedung sekolah, bangunan yang mewah dan lapangan yang luas, gedung ini malah terlihat seperti bangunan kampus, bukan sekolah untuk anak-anak, terlalu mewah. Bangunan ini adalah rancangan kakek Leon sendiri, Rafa dan Bram dulu juga bersekolah disini. Kini Rafa duduk dipinggir lapangan sibuk menatap beberapa anak-anak yang bermain sepak bola, dia menjadi ingat masa lalunya saat masih kecil belum tau apa itu bisnis dan belum ada tuntutan dari kakek Leon, masih sangat polos menikmati bermain bersama