"Sayang.. bangun," ucap Rima
Dia membelai rambut Amar lembut lalu mengusap kening suaminya agar terbangun dari tidur nyenaknya.
"Mmm... aku masih ngantuk."
Amar malah kembali membenamkan wajahnya pada kaki Rima, membuat Rima merasa geli seketika.
"Enggak ke kantor? Katanya mulai bekerja hari ini?"
Rima kembali berusaha membangunkan suami tampannya itu, tak bisa dipungkiri ketampanan Amar menarik hasrat Rima untuk menyentuh alis, hidung, dan bibir Amar. Suaminya langsung menariknya dan memeluk Rima erat, tak mau melepas atau memberikan jarak diantara keduanya, nafas mereka beradu, membangkitkan hasrat berhubungan kembali. Namun Rima mendorong Amar pelan, membuat Amae terpaksa membuka matanya dan menatap manik mata coklat Rima. Seolah tatapannya bertanya heran kenapa Rima menolaknya dip