Ryan masih sibuk menatap wajahnya didepan cermin, hari ini dia mau bertemu dengan pacar cantiknya, rasanya berbunga-bunga dan dia sudah tak sabar akan merengkuh Ana dalam pelukannya. Baru saja seminggu tidak bertemu tapi rasa rindu melanda dirinya. Dia mengambil handphone dan kunci mobil lalu berpamitan dengan bundanya.
“Bun, Ryan kencan dulu ya.”
Ryan mengecup kedua pipi bundanya, lalu bundanya menariknya dan membuat Ryan terduduk disofa pas disamping bunda.
“Kamu ya Ryan, jangan lama-lama pacaran, bisa jadi fitnah, kamu segera lamar saja Ana, bunda setuju kok, ayah juga, kamu pasti bisa Ryan jadi imam yang baik untuk Ana, kalian kan sudah sama-sama dewasa, cepat menikah, mama sudah kepingin punya cucu ini.”
Bunda Ryan mendekat dan memeluk putra semata wayangnya, Ryan pun membalas pel