Saat Nadine, Joseph dan yang lainnya menyelesaikan semua daftar tanpa hasil apapun, Keenan akhirnya tahu apa yang mereka lakukan. Ia keluar dengan langkah lebar-lebar dan menahan kesal karena guru yang mengajar menambah waktu lima belas menit sehingga kelasnya menjadi yang paling akhir keluar.
Kedua kakinya menuruni tangga dengan tempo secepat mungkin. Ia menyusuri koridor lantai satu menuju ruang makan yang sudah sangat ramai. Ia melirik sekilas antrean di prasmanan yang mengular, lalu memindai ruang makan itu hingga akhirnya mendapatkan apa yang ia cari.
Ia mendekat ke sebuah meja yang ditempati Nadine dan teman-temannya yang tampak asik menikmati isi nampan masing-masing.
“Kalian belum menyerah juga ternyata.” Keenan berhenti di samping meja mereka, lalu mundur dan duduk di meja y