Haikal sedang duduk di sofa di ruang rahasia saat teman-temannya sedang sibuk mengeset tempat untuk membuat video. Sebelah kaki Haikal bergerak gelisah. Jantungnya berpacu lebih cepat sampai membuatnya sesak. Ia melirik secarik kertas ditangannya. Itu adalah ringkasan mengenai apa saja yang ingin ia bicarakan di depan kamera. Yang urutannya sudah ia hapal agar ia bisa bercerita dengan lebih runut dan rapi.
Ia melihat ke sudut. Joseph sedang menempatkan ponsel mahalnya di tripod dan mengarahkannya pada Nadine yang duduk di kursi yang ada di depannya. Laki-laki itu mengatur tiap sudutnya agar pas. Ilana dan Emma yang biasanya selalu tertawa kini juga tak seceria biasanya. Ia tahu bahwa mereka semua sama khawatirnya dengan dirinya. Mereka hanya menutupinya dengan lebih baik.
Mereka akan m