Resepsi besar berlangsung seminggu setelah upacara. Delapan ratus undangan memenuhi hotel, lebih banyak daripada kompromi awal karena mitra bisnis membawa pasangan dan media mendapatkan area khusus. Callista menyetujui acara itu sebagai resepsi publik, bukan pengulangan janji.
Ia memilih gaun sederhana kedua dan menolak mahkota keluarga Dixie yang disiapkan penata. Amanda sedikit kecewa, tetapi Lucia mendukung. Lucas tiba tepat waktu dan bertanya sebelum meletakkan tangan di pinggang Callista untuk foto.
'Boleh,' jawab Callista.
Kilatan kamera membuat matanya sakit. Seorang wartawan meminta ciuman. Lucas mengatakan upacara pribadi telah selesai dan tidak ada adegan tambahan untuk kamera. Callista menatapnya dengan penghargaan yang tidak berani disebut kasih.
Naomi tidak hadir secara resmi. Namun rangkaian bunga putih tiba atas nama agensi modelnya. Ben menahan kiriman di ruang keamanan. Lucas memerintahkan bunga dikembalikan dan catatan disimpan.
'Kau tidak perlu memberi tahu Callista malam ini,' kata salah satu staf komunikasi. 'Itu akan merusak suasana.'
'Keterbukaan bukan hanya saat suasana nyaman,' jawab Ben.
Lucas menerima laporan sebelum makan malam dan menunjukkan kepada Callista. Kartu hanya bertuliskan selamat menikmati enam bulanmu. Callista meminta catatan itu dikirim kepada Evelyn.
'Aku tidak mau malam ini berpusat pada Naomi,' katanya.
'Aku juga tidak,' jawab Lucas.
Mereka kembali ke aula. Lucas memperkenalkan Callista kepada pemegang saham, desainer, dan kerabat yang tidak diingatnya. Beberapa orang berbicara kepada Lucas seolah Callista dekorasi. Ia menyela dengan pertanyaan tentang pekerjaan mereka hingga percakapan terpaksa mengakuinya.
Tommy Aquila muncul dan mengucapkan selamat. Ia mencium udara dekat tangan Callista tanpa menyentuh. Lucas berdiri lebih dekat.
'Saya tidak menyangka Anda menikah begitu cepat setelah pesta itu,' kata Tom.
'Saya memilih menerima,' jawab Callista.
'Lucas lelaki beruntung.'
'Aku tahu,' sahut Lucas datar.
Callista menoleh. Kalimat itu mungkin hanya persaingan antarpria, tetapi cukup membuat jantungnya bergerak. Ia mengingatkan diri agar tidak menjadikan setiap serpihan sopan sebagai bukti cinta.
Pada sesi dansa, Lucas menawarkan tangan karena protokol acara. Callista menerima. Mereka bergerak kaku pada awalnya. Lucas mengetahui langkah dasar, Callista mengandalkan hitungan.
'Kau terus melihat kakiku,' kata Lucas.
'Aku menghindari menginjak sepatu mahalmu.'
'Sepatu bisa diganti.'
'Reputasiku sebagai penari tidak.'
Lucas tertawa pelan. Callista membeku karena itu tawa pertama yang benar-benar didengarnya. Kamera menangkap momen dan keesokan hari dunia akan menyebut mereka jatuh cinta. Hanya Callista yang tahu tawa tersebut berlangsung tiga detik dan tidak menjanjikan apa pun.
Setelah resepsi, mereka pulang terpisah dari keluarga. Besok pagi pesawat membawa mereka ke pulau. Callista memeriksa kembali rencana vila dua kamar, nomor keamanan, dan jadwal satu kegiatan bersama per hari.
'Kau membuat honeymoon seperti perjalanan kerja,' ujar Lucas.
'Karena kau menyebut pernikahan kita urusan praktis.'
'Aku tidak mengatakan kita harus membenci tiga hari itu.'
'Aku juga tidak berencana membencinya.'
Lucas menatapnya seolah hendak mengatakan sesuatu, lalu ponselnya berbunyi. Nomor tidak dikenal mengirim foto Naomi di pantai dengan keterangan sampai jumpa di surga.
Lucas menghapus pesan. Ia menganggap itu spam setelah akses Naomi diblokir. Ben sudah pulang dan Lucas tidak ingin membawa nama perempuan itu ke malam mereka lagi.
Tindakan menghapus berlangsung beberapa detik. Ia tidak menyadari keputusan kecil itu akan membuat keterbukaan mereka rapuh. Seharusnya pesan disimpan dan dilaporkan. Lucas memilih kenyamanan.
Pagi hari, Callista dan Lucas duduk di pesawat pribadi dengan jarak satu kursi. Callista masih tidak terbiasa dengan kemewahan. Ia bertanya biaya penerbangan serta emisi, membuat Lucas mengangkat alis.
'Kau ingin kita naik kapal selama dua hari?'
'Aku ingin tahu kebiasaan yang akan berdampak pada hidupku.'
Lucas menjelaskan pesawat digunakan beberapa penumpang perusahaan dalam penerbangan kembali. Callista meminta perjalanan pribadi tidak otomatis dibebankan pada perusahaan. Lucas mengatakan biaya berasal dari rekeningnya sendiri.
Percakapan tersebut tidak romantis, tetapi mereka melewati dua jam tanpa bertengkar. Callista membaca, Lucas bekerja, dan sesekali tangan mereka menyentuh saat mengambil air. Tidak ada yang menarik terlalu cepat.
Pulau menyambut dengan laut biru dan staf resor yang memanggil Callista Nyonya Dixie. Vila mereka benar memiliki dua kamar dengan pintu terpisah. Callista memeriksa kunci dan mengirim lokasi kepada Audi sesuai kesepakatan.
Sore pertama, mereka berjalan di pantai. Lucas melepas jas dan tampak lebih muda. Callista bertanya kapan terakhir ia berlibur.
'Sebelum kecelakaan,' jawabnya.
Mereka tidak melanjutkan topik. Lucas membiarkan air menyentuh sepatunya, lalu terkejut saat Callista menendang ombak kecil ke arahnya. Ia membalas, dan selama beberapa menit mereka menjadi dua orang biasa.
Dari balkon vila lain, Naomi melihat mereka. Ia telah memanfaatkan kontrak pemotretan untuk masuk ke pulau dan menyuap staf sementara agar mengetahui nomor vila. Lucas tampak lebih hidup daripada saat bersamanya. Kemarahan Naomi bukan hanya tentang kehilangan tubuh lelaki itu; ia tidak tahan melihat Callista mendapatkan sisi yang tidak pernah diberikan kepadanya.
Malam itu Lucas menerima pesan dari nomor baru: Kita harus bicara tentang sesuatu yang kutinggalkan di New York. Datang ke vila dua belas. Mendesak.
Ia mengira Naomi mungkin memiliki foto atau informasi yang dapat menyerang Callista. Alih-alih menghubungi keamanan dan memberi tahu istrinya, Lucas memilih menyelesaikan sendiri. Ia keluar ketika Callista sedang mandi, meninggalkan pesan singkat bahwa ada urusan bisnis.
Satu pesan terhapus di pesawat dan satu kebohongan kecil di vila telah membuka jalan. Lucas belum menyentuh Naomi. Namun sebelum pintu vila dua belas terbuka, ia sudah melanggar hal yang paling diminta Callista: jangan membuatnya mengetahui ancaman setelah semuanya terlambat.
Di vila utama, Callista menemukan pesan Lucas dan menghubungi meja depan. Staf menyebut tidak ada pertemuan bisnis terdaftar malam itu. Ketidaksesuaian tersebut membuatnya meminta lokasi, bukan karena ingin mengawasi suami, tetapi karena mereka berada di pulau asing dan Lucas meninggalkan keterangan palsu.
Petugas sementara yang dibayar Naomi menunjukkan vila dua belas sambil berkata Tuan Dixie sudah ditunggu seorang perempuan. Callista meminta nama petugas serta mencatat waktu pada ponsel. Naluri pekerjanya mengingatkan bahwa detail sederhana dapat hilang ketika orang kaya mulai mengendalikan cerita.
Sementara itu, sistem keamanan resor mencatat kartu tamu Naomi dipakai memasuki area privat yang seharusnya dibatasi. Kelalaian itu kelak menjadi bagian pemeriksaan, memastikan Naomi bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan perlindungan.