Naomi membuka pintu vila dua belas dengan jubah tipis. Lucas berhenti di ambang.
'Katakan apa yang mendesak.'
'Masuk dulu. Aku tidak mau bicara di koridor.'
'Kau punya lima menit.'
Lucas masuk dan membiarkan pintu terbuka sebagian. Ia tidak duduk. Naomi mengambil tablet dari meja dan mengatakan memiliki rekaman lama yang dapat dibuat seolah diambil setelah pertunangan. Seseorang menawarkan uang besar untuk menjualnya.
'Siapa?'
'Aku belum tahu. Tapi bila kau membatalkan pesan larangan dan berhenti memperlakukanku seperti penjahat, aku bisa menolak.'
'Itu ancaman.'
'Itu kesempatan.'
Lucas meminta melihat berkas. Naomi menyerahkan tablet. Saat ia memeriksa tanggal metadata, Naomi menekan tombol pada ponsel tersembunyi. Suara erangan memenuhi kamar dari pengeras suara di dekat ranjang.
'Ahh, ahh. Lucas,' suara Naomi terdengar dari rekaman lama.
Lucas menatapnya tajam. 'Matikan.'
Naomi menaikkan volume. 'Faster, Lucas!'
Di koridor, Callista membeku. Ia mencari Lucas karena pesan urusan bisnis tidak masuk akal di pulau pribadi. Seorang staf menunjukkan arah setelah mengira dirinya tahu pertemuan tersebut. Pintu vila terbuka dan suara dari kamar memukulnya seperti penghinaan yang sudah dibayangkan sejak kontrak pertama.
Tangannya mengepal. Bagaimana Lucas dapat membawa perempuan lain pada honeymoon mereka? Enam bulan bahkan belum melewati satu minggu. Ucapan Lucas sebelum menikah kembali terngiang: tidak akan ada hubungan badan di antara mereka; bila Callista ingin, lakukan saja selama tidak ketahuan Amanda.
Callista maju satu langkah, lalu berhenti. Ia tidak ingin membuka pintu dan melihat sesuatu yang akan tinggal di kepalanya selamanya. Ia berjalan menuju taman dengan mata berair.
'Akan kubuat kau jatuh sejatuh-jatuhnya padaku,' bisiknya getir, mengingat janji bodoh yang pernah ia buat kepada diri sendiri. 'Lalu aku akan memastikan aku tetap dapat pergi.'
Di vila, Lucas merampas ponsel dari tangan Naomi dan mematikan rekaman. 'Apa yang sedang kau lakukan?'
'Memberimu kenangan.'
'Kau selesai.'
Lucas memotret layar tablet, mengirim berkas kepada Ben, lalu menghubungi keamanan resor. Naomi tertawa seolah yakin ia tidak akan berani membuat skandal.
'Kalau kau menyeretku keluar, semua orang akan tahu kita pernah bersama.'
'Callista sudah tahu masa lalu kita. Yang belum ia tahu adalah kau mencoba memeras.'
Naomi berubah pucat. Lucas keluar dan menutup pintu. Di koridor, staf yang tadi memberi petunjuk kepada Callista berdiri gelisah.
'Nyonya Dixie mencari Anda,' katanya.
Darah Lucas terasa turun. 'Kapan?'
'Beberapa menit lalu. Saya mengatakan Anda di vila ini.'
Lucas berlari kembali ke vila utama. Kamar Callista kosong, pintunya terbuka. Ia menelepon, tetapi Callista tidak mengangkat.
Callista duduk di taman dekat kolam, mencoba mengatur napas. Audi menjawab panggilan video, tetapi Callista hanya mampu berkata kata khusus yang mereka sepakati.
'Kau aman secara fisik?' tanya Audi.
'Ya.'
'Apakah kau ingin aku mencarikan penerbangan?'
'Belum. Aku perlu bukti apa yang terjadi.'
Keputusan itu berbeda dari tekadnya dahulu yang hanya ingin membuat Lucas jatuh cinta. Ia masih terluka, tetapi tidak akan membuat keputusan hidup berdasarkan suara tanpa melihat fakta.
Lucas menemukannya dua puluh menit kemudian. Ia berhenti beberapa langkah jauh.
'Callista.'
'Jangan mendekat.'
Lucas patuh. 'Yang kau dengar adalah rekaman.'
'Kau berada di kamarnya.'
'Dia mengatakan memiliki materi untuk mengancam kita. Aku pergi tanpa memberitahumu. Itu kesalahanku.'
'Kau berbohong bahwa ada urusan bisnis.'
'Ya.'
Pengakuan langsung terasa lebih tajam daripada alasan. Callista bertanya apakah Lucas menyentuh Naomi. Ia menjawab tidak. Apakah Naomi menyentuhnya? Tidak malam itu. Apakah Lucas menghapus pesan sebelumnya? Lucas mengaku ya.
'Jadi suara itu mungkin rekaman, tapi rangkaian kebohongan membawamu ke sana.'
'Ben sedang memeriksa berkas. Keamanan menahan Naomi di vilanya sampai polisi lokal datang.'
'Aku tidak butuh timmu membuktikan sendiri. Evelyn menunjuk ahli forensik independen.'
'Baik.'
Callista kembali ke vila hanya untuk mengambil tas. Ia memilih pindah ke kamar hotel utama, bukan tidur di bawah atap yang sama. Lucas tidak menghentikan.
Pemeriksaan awal menunjukkan suara dibuat dari rekaman lama, sementara kamera koridor membuktikan Lucas berada di kamar kurang dari delapan menit dan pintu tetap terbuka. Fakta tersebut membersihkannya dari hubungan fisik malam itu, tetapi tidak dari pelanggaran batas.
Naomi mengaku ingin Callista mendengar. Ia tidak memiliki pembeli nyata; ancaman rekaman hanya cara memancing Lucas datang. Polisi menilai ada pemerasan serta akses ilegal ke data resor. Lucas menyerahkan keputusan tuntutan kepada pengacara, tidak menawarkan uang untuk diam.
Pagi hari, Callista bertemu Lucas ditemani Evelyn melalui video. Ia mengatakan honeymoon selesai dan dirinya kembali ke New York dengan penerbangan komersial. Lucas menawarkan pesawat lalu mengurungkan sendiri.
'Apakah kau mengajukan cerai?' tanyanya.
'Belum. Klausul eksklusif mungkin tidak dilanggar secara fisik, tapi kejujuran dilanggar. Aku memakai masa perpisahan tiga puluh hari.'
Lucas menelan jawaban itu. 'Aku akan menghormatinya.'
'Kau tidak menghubungiku kecuali melalui Evelyn atau untuk keadaan darurat Amanda.'
'Baik.'
Callista pulang ke apartemen yang belum dilepas. Audi menyambut tanpa mengatakan sudah kubilang. Cincin biru masih di jarinya, tetapi kunci rumah Dixie disimpan dalam amplop.
Lucas kembali sehari kemudian ke rumah yang kembali terasa seperti makam. Amanda bertanya mengapa Callista tidak bersamanya. Ia tidak menyalahkan Naomi atau menyembunyikan bagiannya.
'Aku berbohong kepadanya dan menemui seseorang dari masa laluku tanpa memberi tahu,' katanya. 'Tidak terjadi hubungan fisik, tetapi Callista berhak pergi.'
Amanda menangis, bukan karena jantungnya, melainkan kecewa. Lucas tidak menggunakan air mata itu untuk meminta Callista pulang.
Adegan di balik pintu telah terjadi, tetapi maknanya berbeda dari apa yang pertama didengar Callista. Lucas tidak tidur dengan Naomi. Ia tetap mengkhianati kepercayaan melalui keyakinan bahwa dirinya dapat mengendalikan ancaman sendirian.
Sekarang Callista tidak perlu membuat Lucas jatuh cinta sebagai balasan. Lucas yang harus belajar bahwa cinta, bila suatu hari datang, tidak berguna tanpa kejujuran yang membuat orang lain aman memilih tinggal.
Evelyn mengirim aturan masa pisah tertulis: tidak ada kunjungan mendadak, hadiah, pengawasan, atau komunikasi melalui keluarga. Lucas menandatangani pada hari yang sama dan membayar biaya tempat tinggal sesuai kontrak tanpa menambah syarat. Callista tetap bekerja serta memakai rekeningnya sendiri.