Seorang gadis berpakaian tidak layak tengah berlari memasuki hutan. Tanpa pikir panjang, dia terus berlari menembus gelapnya malam dan tidak peduli dengan suara-suara aneh yang seketika membuat bulu kudunya merinding.
Malam ini sedang hujan deras, tanah yang dia pijak menjadi berlumpur tapi gadis itu tidak juga peduli hingga terus berusaha memasuki hutan karena beberapa orang juga tidak lelah untuk mengejar wanita itu.
Suara lolongan terdengar sangat jelas di telinga wanita itu tapi dengan ketakutan, dan tekat ingin menghindari orang yang mengejarnya, dia tetap memaksakan diri untuk menapaki tanah yang sudah berubah menjadi lumpur. Angin terasa sangat menusuk kulit nyatanya itu tidak menurunkan semangat sang wanita untuk terus berlari menusuri hutan gelap sepi itu.
“terus cari wanita itu” titah seseorang tidak terlalu jauh dari posisi sang wanita.
Setelah sekian lama berlari, gadis itu pun merasa semakin lelah. Dia memutuskan untuk bersembunyi karena semakin dalam iya memasuki hutan, lolongan itu semakin jelas dan terdengar sangat dekat dari tempatnya sekarang.
Tubuhnya meringkuk di salah satu pohon besar yang bisa menampung tubuh kecilnya. Tanpa bisa dia cegah, nafasnya tidak terkontrol, tubuhnya basah kuyup, dia kelapan juga ketakutan tetap gadis itu tetap beeharap akan ke ajaiban.
Terlihat cahaya senter bergerak secara acak ke sana kemari dan tidak lama setelahnya, beberapa sosok mendekati tempat persembunyiannya. Saking ketakutan, sang wanita sampai harus membekap bibirnya sendiri bahkan menahan nafas untuk beberapa saat.
hujan semakin deras kilat dan petir kian menyambar secara bersamaan seolah sedang melakukan adu kekuatan. Tubuh ringkih itu terus bergetar di tempatnya dengan penuh damba, tiba-tiba sebuah pohon tumbang dengan sendirinya bahkan ada api yang membakar batang juga dedaunan pohon itu.
Apa yang terjadi dengan pohon itu ternyata menambah cerita sendiri malam ini. Tubuh beberapa sosok yang mengejar wanita itu tidak kalah lebih baik dari sang wanita tapi ternyata mereka lebih gigih mencari sosok yang mereka kejar.
mereka yang mengejar mungkin juga kelelahan jadi memilih berteduh di bawah pohon yang cukup besar dan terlihat kokoh. Hujan sepertinya kian tidak bersahabat dan seolah menghalangi kegiatan mereka apa lagi kali ini di ikuti anggin kencang.
Ada penyesalan telah mengikuti gadis itu hingga ke tengah hutan tapi ingat dengan perintah atasan mereka, mau tidak mau mereka kembali mengumpulkan niat untuk terus mencari padahal tubuh mereka semua sudah sangat ingin di hangatkan.
“boss sebelah sini” jerit seseorang bersamaan dengan suara petir yang menyambar pohon yang cukup jauh dari lokasi pria yang menjerit tadi.
Mereka yang mendengar suara itu, tidak langsung mendekat melainnkan berjongkok untuk menutup telinga, setelah petir sepertinya mulai membaik, dengan merangkak pelan, mereka berkumpul lalu seseorang dari mereka berkata
“ini sepertinya pakaian wanita itu boss” terangnya masih dengan posisi tiarap begitu pun yang lainnya.
“berarti wanita itu benar melalui tempat ini” sahut seseorang sambil mengarahkan senternya ke aria sepercak kain yang menyangkut di ranting pohon.
“sialan” umpat seseorang yang di panggil boss oleh sosok yang lain. “alam sepertinya ikut berkonspirasi dengan jalang itu” sambungnya lagi lalu bergerak dan membuat tubuhnya berdiri tegak tapi tidak lama setelahnya kembali tiarap karena petir sekali menyambar entah di mana.
“apa yang harus kita lakukan boss” tanya sosok lain yang mulai khawatir dengan keselamatan mereka.
“menurutmu apa? Merangkak sampai kita menuju mobil” sanggah pria itu lalu melempari pria yang bertanya dengan senter yang sedari tadi di genggamnya.
“kita tidak mungkin terus seperti ini boss” sahut seseorang dan di angguki oleh sosok lain.
“b******n” umpatnya kesal lalu dengan ragu-ragu pria itu kembali menegakkan tubuhnya dan berlari-lari cepat untuk keluar dari hutan begitu pun sosok yang lainnya.
Berada di tengah-tengah hutan dan hujan deras sedang terjadi adalah sebuah kesialan yang tidak pernah dia perkirakan tetapi itu tetap terjadi. Entah sampai kapan iya akan bertahan di tempat yang menakutkan itu.
Ke empat sosok yang awalnya mengejar wanita itu, lambat laun menjauh dari tempat persembunyian wanita itu hingga sang wanita bisa bernafas lega. 4 sosok itu sudah pergi menjauh nyatanya itu tidak bisa memastikan jiwa wanita itu akan selamat karena tidak lama setelah kepergian 4 manusia itu, beberapa hewan mendekat hingga membuat anne semakin ketakutan saja.
Belum juga dia merasa aman, beberapa hewan mendatanginya dan menatap gadis itu dengan tatapan lapar. Tubuh ringkih itu semakin bergetar juga ketakutan di buatnya. dengan cara berjalan mundur beberapa langkah dari hewan itu.
Segerombolan seriga melangkah maju dengan percaya diri sedankan Anne tetap melangkah mundur dengan tangisan yang tiada henti ikut turun membasahi wajahnya.
Serigala yang paling di depan dan berukuran sangat besar terlihat terus mengendus dan itu jelas membuat Anne seakan semakin dekat dengan kematiannya.
Pelan namun pasti, anne melangkah mundur sedangkan para serigala terus saja melangkah maju untuk menepis jarak antara mereka. Melihat buruan hewan itu berlari, hewan-hewan itu mengejar sang wanita.
Sekali lagi wanita itu berlari dan terus berlari. Walaupun beberapa kali terjatuh dan membuat tubuhnya mengluarkan darah, anne sudah tidak peduli dan terus berlari. Saat Dirinya merasa sudah berhasil lolos dari segerombolan serigala, tanpa dia sadari, tubuhnya seketika terjatuh ke jurang yang sangat tinggi.
Wanita itu sudah tidak berkutik lagi. dengan sangat pasrah dia merasakan tubuhnya jatuh di ketinggan. Wanita itu beberapa kali terpental oleh bebetuan tajam yang dia lalu i tapi itu tidak seberapa dengan Kepalanya.a
Di ambang ke sadarannya, wanita itu merasa tanah tempatnya tergeletak sedikit bergetar. Walaupun dengan kesadaran yang sangat tipis bahkan seolah sedang berimajinasi, wanita itu bisa melihat beberapa batu besar menggelinding ke arahnya dengan pasti.
Sekarang ini, Anne hanya bisa tergeletak pasrah di tanah basah dan air hujan terus saja menjatuhkan tetesan-tetesan yang memudarkan warna darah sesungguhnya.
Tanpa bisa berbuat apa pun lagi, gadis itu hanya tertawa bodoh. Ia menertawakan keberuntungan yang seolah tidak pernah datang apa lagi menetap dari hidupnya selama ini. Gadis itu lalu memejamkan mata lalu berharap kematian segera menjemput agar ia tidak harus merasakan sakitnya di makan oleh hewan buas yang ada di atas tubuhnya.
“Bangunlah pemalas. Sampai kapan kau akan berbaring di sana?” Perintah seseorang dengan nada marah.
“Hei jangan berpura-pura tidak mendengarku. Bangun dan tinggalkan tempat ini sekarang juga” Bentak suara itu lagi.
Mendengar suara itu, anne terdiam lama tapi tetap bisa mendengar kalimat-kalimat ancaman dari suara itu. Awalnya Anne berpikir jika dia sedang berhalusianasi hingga dia merasa tubuhnya sedang di guncang seseorang.
Rasanya dia tidak ingin percaya jika dirinya masih hidup tapi sesuatu yang basah seketika membasahi tubuhnya. Merasa sedang di siram, anne kelabakan dan berusaha bangkit dari posisi awalnya namun nyatanya itu tidak terjadi.
“aku sudah sangat tahu jika ini akan menyusahkan” kata seseorang yang anne tebak adalah suara seorang wanita.
“kau sudah lemah, tidak berguna malah harus hidup” ucap sosok itu lagi dengan penuh rasa geram.
“Kenapa tempat ini sangat gelap!. Sekarang sudah jam berapa nyonya?” Tanya gadis itu dengan nada lirih.
“Matahari sudah sangat terang bahkan bisa membakarmu sebentar lagi” Sahut wanita itu dengan ekspresi mencemoh.
“Maaf nyonya, apa anda yakin?. saya hanya melihat kegelapan!” Ucap Anne lirih dan air matanya sudah membasahi seluruh wajahnya.
Mendengar kalimat itu, wanita yang sudah sangat benci dengan sosok yang sedang berbaring di hadapannya menjadi semakin marah tapi mendekat dan mencoba menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah sang gadis. Gadis itu tidak merespon bahkan saat dirinya mengancam akan menusuk mata gadis di hadapannya, si gadis tak kunjung menutup mata sebagai aksi melindunggi bola matanya.
“Panggil tabib” Ujarnya sedikit menjerit untuk memberi perintah pada sosok yang menjaga di luar kamar.
“Ada apa?” Sahut seseorang yang tiba-tiba datang bersama seorang pria yang menjadi sosok kepercayaannya selama ini.
“Saya membutuhkan Tabib untuk memastikan wanita ini tidak bersandiwara Alfa” jawab wanita itu dengan sopan tapi tidak lupa menampakkan wajah cantik dan penuh kelembutan pada sosok yang di sapa Alfa.
Anne bisa mendengar suara-suara percakan itu, bahkan bisa menghirup 3 aroma yang berbeda-beda dari tempatnya sekarang tetapi dirinya hanya bisa berbaring sambil menitihkan air mata sedari tadi karena ketakutan.