Sepeninggal agung, lelaki itu nampak merasakan sepi yang begitu menyentak, apalagi kelas itu telah hampir tidak ada orangnya. Hanya ada dirinya dan dua gadis yang duduk didepan itu. entahla meski istirahat pun dua gadis itu bahkan lebih suka berada dikelasnya. Jaran sekali jati menemukan mereka diluar namun sejauh itu ia sendiri tak tahu sebabnya.
Lewat jendela kaca samping, jati sempat melihat anak sosial yang sedang melakukan pemanasan dialapangan. Ah, mata yang luruh milik gadis yang sering duduk menyendiri didepan kelas itu ya, Evi!. Jati sendiri cukup tersekakt.
Ia tak sengaja memandangnya. Kebetulan saja mata mereka bertemu. Oo betapa luruhnya mata itu. desisnya dalam hati, mungkin gadis itu juga sedang menyimpan duka macam dirinya?
“nih jat, kubawakan pesananmu tadi” sentak agung