Aku Soraya Deswita. Panggil saja aku Aya!
Ini adalah ceritaku, cerita kisah nyataku yang akan aku tuangkan semuanya disini. Aku berharap kalian akan merasakan bapernya seperti apa yang aku rasakan dikehidupan nyata. Yah, ini bukan sekedar imajinasiku saja. Ini murni sungguh dengan apa yang aku rasakan!
Aku mencintai seorang pria, pria yang juga mencintaiku sejak kami duduk di bangku SMA. Dia cinta pertamaku dan aku juga cinta pertamanya.
Namanya Dimas Evran, dia adalah pria terbaik yang aku miliki seumur hidupku. Dia adalah pria yang penyabar dan pengertian untukku. Aku selalu nyaman bersamanya.
Aku berpacaran dengannya cukup lama hingga saat ini, ya! Ini adalah hari anniversary kami yang ke sebelas tahun. Tidak ada yang berubah darinya, dia tetap Dimasku yang dulu. Sepanjang kami berpacaran hingga sebelas tahun ini, Dimas sangat jarang membuatku bersedih. Dia selalu bisa membuatku tertawa. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Pokoknya sosok Dimas adalah sosok pacar idaman.Dimas juga laki - laki yang setia. Aku tau itu dan aku tidak pernah mau meragukan ketulusan cintanya kepadaku. Aku percaya dia selalu menjaga cinta kami. Walaupun aku dan Dimas pernah menjalani sebuah hubungan jarak jauh, kami tetap bisa bertahan. Pokoknya i love you
Dimas gitu dah intinya!
Aku berharap tidak akan pernah ada yang berubah antara aku dan Dimas dan sedikit lagi kami pasti akan memasuki tahap yang begitu diinginkan oleh setiap pasangan 'pernikahan. Semua pasangan punya rencana dan bayangan tentang bagaimana bentuk pernikahan mereka, begitupula aku. Aku memiliki banyak mimpi dan keinginan tentang bagaimana pernikahan aku dan Dimas. Aku juga punya banyak mimpi indah tentang keluarga kecil yang bahagia dengan Dimas. Ah banyak sekali! Aku rasa Dimas juga memikirkan hal yang sama, karena setahuku apapun yang aku suka Dimas juga menyukainya.
Dimas adalah pria tampan dan pekerja keras, dia sukses dengan bisnis outomotifnya. Banyak wanita yang selalu mengejarnya tapi dia tetap memilihku.
Dia tetap menjaga cintanya untukku. Ah Dimasku!!
Aku benar - benar nmencintainya
Drett.. Drettm. DreettBaru saja aku memikirkannya, dia sudah menelponku. Sebentar ya kawan - kawan aku angkat dulu telpon dari Dimas "Halo sayang" sapaku hangat. Biar 1l tahun menjalin cinta aku dan Dimas tetap romantis kok.
Kita tetap mesra seperti awal pacaran "Halo sayang, kamu lagi apa?" tanyanya halus "Aku baru saja memikirkanmu sayang. Ah ya, kau ingat ini hari apa?"
Dimas terdiam lama disana. Aku sudah memasang wajah jengkelku jika sampai dia melupakan hari ini "Aku ingat ini hari apa. Ini hari jadi kita yang ke sebelas tahun"
Senyumku mengembang ternyata dia masih mengingatnya "Lalu acara kita nanti malam apa?
Dinner? Nonton atau apa?" "Aku hanya ingin bertemu denganmu di tempat pertama kali aku menyatakan cinta. Kau ingat?"
Aku terdiam, memikirkan apa yang akan terjadi.
Apakah Dimas akan melamarku? Kenapa dia meminta sesuatu yang lain? Bertemu denganku di sebuah taman kota? Pasti Dimas akan mengajakku menikah? Aku merasakan pipiku bersemu merah."Ya aku ingat. Taman kota. Baiklah jam 7 aku akan tiba di sana" "Oke sampai jumpa nanti malam" Dimas memutuskan panggilannya. Aku merebahkan diri di atas ranjang. Aah Dimas!! Akhirnya dia akan melamarku!! Ini berita baik bukan? Aku sangat bahagia sampai rasanya jantungku akan segera keluar dari dalam tubuhku.
Aku beranjak bangun saat melihat di inding jam menunjukkan pukul 5 sore. Aku harus bersiap - siap tampil secantik mungkin. Aku tak mau membuat pria yang aku cintai yang akan menjadi suamiku ini kecewa karena aku tidak cantik.
Ditaman pukul 7.30
Sudah tiga puluh menit, Dimas belum sampai juga.
Dia tidak biasa terlambat seperti ini. Aku masih sabar menunggunya datang. Wajahku masih berseri - seri membayangkan hari ini Dimas akan melamarku. Bagaimana ya caranya dia melamar?
Apa dia akan memberi kejutan? Apaa dia akan menbawa mawar? Atau cincin berlian? Atau akan menyanyikan sebuah lagu romantis? Ahh aku berhayal seperti di film - film. Aku tak peduli bagaimanapun caranya melamarku cukup dengan berkata "maukah kau menikah denganku?"itu sudah sangat amat special untukku. Yiha!!"Apa kau menunggu lama?" tanya Dimas tiba - tiba dari arah belakang. Aku sedang duduk di bangku taman. Menatapnya dan tersenyum manis.
Dimasku, kau begitu tampan wahai calon suamiku?!
Dimas duduk di sampingku. Aku yang sudah tak tahan langsung menerjang dan memeluknya erat "Aku merindukanmu" ujarku manja. Dimas membelai rambutku pelan lalu menegakkan tubuhku. "Aku mau bicara sesuatu" ujarnya. Nah! Ini dia! Ini saatnya niih. Dimas mau melamarku. Duh! Aku jadi nervous begini deh. Jantungku berdetak kencang!
Aku gorogii berat! Duh apa ya yang akan dikatakan
Dimas.
Dimas merogoh tas yang dibawa dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna biru laut lalu menyodorkannya kepadaku. Aku mengambilnya, apa ini? Apa ini contoh kartu undangan pernikahan kami? Ah pasti Dimas akan berkata "ini contoh kartu undangan pernikahan kita, kanmu mau kan nikah sama aku?" aahh duh!!
So sweet deh ya! Dimas sampe berpikir kearah sana,Aku membaca kata demi kata yang tertulis di kartu undangan itu sampai jantungku berhenti berdetak saat membaca
Dimas Evran dan
Angelina Munares
Aku membaca sekali lagi dan masih tetap sama!
Apa - apan ini? Ini salah ketik? Harusnya kan Dimas
Evran dan Soraya Deswita? Ini kenapa undangannya jadi salah begini?
Aku menatap Dimas "Ini undangan salah ketik sayang, masa namaku jadi Angelina? Duh!" aku sedikit komplain
Dimas meraih tanganku "Itu tidak salah ketik Aya, maafkan aku. Aku akan menikah. Angelina adalah nama calon istriku" "APA????"
Gimana pembukaannya? Suka?
Jangan ngarep ini diupdate cepet! Aku masih punya tunggakan dua cerita. Ini baru konsep ajaa sih. Hehe