Winter berdecih geli, “Meski menyakitkan. Tapi, karena kejujuran kau dapat melihat realita yang setidaknya, tidak akan membuatmu berangan-angan dalam ilusi kebohongan” jawab Winter dengan cepat.
Dengan kesulitan Winter melonggarkan pelukannya dan berputar, Winter merangkul pinggang Marius dan membantunya untuk berjalan menuju tempat duduk.
“Kau juga harus tahu. kejujuran dan ke tidak sopananku mengubah cara berpikirmu kan?”
“Itu benar” jawab Marius tidak mengelak.
Dengan hati-hati Winter membungkuk begitu dia sudah sampai kursi roda Marius dan dengan hati-hati Winter membantu pria itu segera kembali duduk.
Tubuh Marius menjadi sedikit lebih tenang setelah duduk, pria itu mengangkat kepalanya dan melihat Winter yang kini menarik napasnya dengan cepat terlihat kelelahan usai membantu M