Di pagi itu, Winter sudah berdiri di depan panthouse Marvelo usai mengantar Vincent ke bandara.
Winter berjinjit menekan bel beberapa kali. Hari ini adalah hari pertama audisi ratu sekolah, Winter membutuhkan Marvelo untuk berada di sampingnya dan mendukung dirinya.
Rasa percaya di dalam jiwa Kimberly sangat tinggi. Akan tetapi dia tidak boleh melupakan kenyataan bahwa kemungkinan dia gagal meski kini tubuhnya sudah tiga puluh enam kilogram turun.
Kemungkinan gagal Winter dalam audisi lebih besar di bandingkan dengan keberhasilan.
Winter kembali menekan tombol karena Marvelo tidak kunjung keluar.
Tidak berapa lama Marvelo keluar, pria itu sudah menggendong tasnya dan terlihat bersiap untuk pergi ke sekolah.
Kehadiran Winter yang berdiri di depan pintu kediamannya membuat Marvelo sed