Marius sedikit mengangkat wajahnya dan membalas senyuman Shanom. “Seperti yang kau harapkan. Masih lumpuh tidak bisa berjalan,” jawab Marius dengan kasar.
Shanom sedikt tersentak kaget, wanita itu langsung membuang mukanya dan enggan untuk bersuara lagi karena Marius akan berbicara kurang ajar kepadanya.
“Minggu depan adalah hari ulang tahun pernikahan ayah dan ibu. Kau harus datang,” Sean angkat bicara, pria itu sengaja membahasnya untuk menutupi rasa canggung ibunya yang di permalukan oleh Marius.
“Datanglah sendiri karena mereka ayah dan ibumu. Ibuku ada di rumah,” jawab Marius terdengar datar.
“Jaga bicaramu Marius, kita adalah keluarga,” geram Sean.
“Aku tidak memiliki keluarga kelomok criminal,” jawab Marius yang menyiratkan sesuatu.
“Marius. Hentikan.” Nasihat Levon terdengar