Hari demi hari Tiara keliahatan selalu ceria, semenjak kejadian ciuaman pertamanya tiara selalu merasa bahagia, rasanya Tiara merasa puber yang kedua kalinya. Dan semenjak itu juga hubungan mereka berdua tambah lengket kaya prangko kata authornya?.
"Kalo yang namanya firs kiss itu menyenangkan kenapa tidak dari pertama pacaran yah, aaiistt sadar Tiara kamu lebay banget deh, gumam Tiara tanpa sadar sambil senyum-senyum sendiri. dan itu tak luput dari pandangan Weni karyawan sekaligus sahabatnya.
Hmmmm,, tiba-tiba Weni membuyarkan lamunan Tiara.
"Eh iya kena Wen, tanya Tiara salah tingkah.
Kayaknya akhir-akhir ini ada yang kasmaran terus nih, sindir Weni.
"Ah kamu bisa aja Wen, ucap malu Tiara.
Oh ya mba Tiara untuk pesenan hari ini sudah beres semua, tinggal prepare yang besok. jelas Weni.
"Oke aku percayakan semuanya sama kamu, tenang ada bonus tambahan buat kamu, ucap Tiara tersenyum simpul.
Kemudian ponsel Tiara pun berdering tertera nama papa tersayang.
📞[Hallo pah kenapa.....]
📞[Nak hari ini makan siang papa tunggu dirumah ada yang penting mau papah omongin]
📞[Iya pah Tiara pulang sekarang.]
Tiara menutup telfnya dan membereskan kertas-kertas yang berisi notif pesanan kue.
"Wen aku pulang dulu papah minta makan siang bareng, ini semua catetan pesanan pelanggan kita, ucap Tiara sambil bergegas pulang.
"Siap mbak Tiara Titi Dj, ucap Weni sambil melambaikan tangan ke Tiara,
"Oke, Tiara mengacungkan jempolnya seraya masuk kedalam mobilnya.
***************
Tanpa memerlukan waktu yang lama Tiara pun sampai dirumahnya, memang jarak antara rumah dan tokonya tidak terlalu jauh.
Sesampainya, didepan rumah Tiara sudah melihat mobil papahnya terparkir di teras rumah.
"Ada hal penting apa sampai papah nyuruh aku pulang cepat-cepat , batin Tiara bergejolak.
Sembari membuka pintu Tiara memberi salam pad mamah yang terlihat sibuk didapur.
"Assalamu'alaikum mamahku yang cantik. puji Tiara sambil mendekati mamahnya dan mencium punggung tangannya.
"Waalikum'salam anak mama yang paling manis cantik juga, ucap mamah tak kalah memujinya.
"Iya dong anak siapa dulu kalo bukan anak mama Sri Saraswati wanita tercantik pada masanya, kelakar Tiara sambil cepat berlalu menaiki tangga sebelum kena spatula penggorengan,hahaha
"Aaiiiss dasar anak nakal, cicit mamah pura-pura kesal.
Sesampainya dikamar Tiara langsung masuk kamar mandi untuk mencuci mukanya, tak lama Tiara keluar dari kamar mandi langsung mengambil hp didalam tasny. Tiara mengetik sebuah pesan wa, siapa lagi kalo bukan buat Tian Kekasihnya.
? : Siang mas kamu lagi ngapain, sudah makan belum, isi pesan Tiara
? : Belum sayang ini nanggung kerjaannya, bales Tian
? : Oke sayang, tapi nanti langsung makan yah biar ngga sakit,?
? : Iya-iya sanyangku, cintaku, pujaanku,???
Tiara pun merasa senang dan senyum-senyum sendiri melihat balesan chat dari kekasihnya.
Waktu makan siang pun tiba Tiara bergegas turun dari kamarnya terlihat Papahnya sudah duduk manis di kursi meja makan, sementara mamahnya sedang menata makanan dimeja makan.
"Perlu Tiara bantu mah, usul Tiara sambil menuju meja makan.
"Nggak usah sayang ini sudah selesai kok, kamu duduk aja. perintah mama.
"Nanti sehabis makan papah tunggu di ruang keluarga nak. ucap papah tanpa ekspresi.
"Iya pah, jawab Tiara sedikit penasaran.
Makan siang pun berjalan dengan khidmat tanpa ada yang besuara kecuali sendok dan garpu yang saling berdenting seperti irama musik.
Selesai mereka makan siang papa Tiara langsung menuju ruang keluarga sedengkan Tiara membantu mamah membereskan sisa makan siang tadi, Tiara pun merasa tak sabar menanyakan sama mamahnya sebenarnya apa yang papah mau bahas,p.
"Mah sebenarnya apa yang mau papa bahas si, selidik Tiara.
"Mama kurang tau sayang, jawab mamah sambil mrngendikan bahunya pura-pura nggak tau.
"Aaiiihh, dengus Tiara.
"Sudah ayok papah sudah nunggu loh, ajak mama sambil menggandeng tangan Tiara seperti memberi semangat.
Tiara pun berjalan beriringan dengan mamahnya dengan perasaan sedikit gusar.
"Tiara duduk lah nak , perintah papahnya sambil menepuk sofa disebelahny.
"Sebenarnya ada apa si pah jangan bikin Tiara deg-degaan gini, berondong Tiara pada papahny yidak sabar.
"Maafkan papah nak kalo permintaan papah nanti membuat kamu kecewa tapi papa harap itu yang terbaik buat kamj.
Tiara mDih tidak mengerti dengan ucapan papahnya, kemudian melirik mamahnya yang juga tanpa ekspresi.
"Kemarin Sahabat papa Om Joko datang kekantor dan memberi tahu kalo dia mau menjodohkan anaknya Enggar sama kamu, ucap papah Tiara tegas.
Deg
"Paahhh, maksudnya apa papah ngomong begitu, Tiara masih tidak bisa mencerna ucapan papahnya yang tiba-tiba seperti itu.
"Yaah Tiara papah akan menjodohkanmu dengan Enggar, mau tidak mau iti sudah kesepakatan papah sama Om Joko. Papa Tiara mengulangi ucapannya lagi.
"Tiara nggak mau pah, sekarang bukannya jamanya lagi perjodohan lagian Tiara sudah punya pacar pah, protes Tiara kesal.
"Pacar yang mana pacar yang tak pernah memberikan keseriusan hubungan kalian, pacar yang selalu menghianati kamu apa itu yang sebut pacar hah! ucap papah Tiara dengan emosi,
"Pah tahan emosimu, ingat darah tinggi papah, peringat istrinya.
Tiara menyadari kalo memang Tian kekasihnya belum memberikan kepastian hubungan yang serius, dan benar juga kalo Tian pernah menghianatinya, tapi itu dulu dan sekarang Tian sudah berjanji skan setia pada Tiara,
"Pah tolong berikan kesempatan pada mas Tian untuk memperbaiki semuanya, itu cuma masa lalunya pah, pinta Tiara menghiba.
"Tidak ada kesempatan lagi Tiara keputusan papah sudah bulat, kamu tinggal pilih mau menerima putusan papah atau angakat kaki dari rumah ini! ancam papah Tiara
Jederrrrr, bagai petir disiang bolong, runtuhlah sudah pertahanan Tiara, Air mata yang dari tadi Tiara tahan akhirnya mencelos juga.
"Papa Jahat, papa tidak sayang Tiara, Tiara benci papaa, teriak Tiara sambil terisak dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
"Taiara sayang, panggil mamahny seraya berdiri hendak mengejar Tiara namun dicegah suaminya.
"Biarkan saja mah, biarkan dia merenungi keputusan papah. hardik papa tiara seraya meninggalkan istrinya.
Mamah Tiara cuma bisa pasrah apa keputasan suaminya, karna dia tahu kalo keputasan suaminya itu tidak bisa diganggu gugat.
Seamentara itu dikamar Tiara, Tiara menangis sejadi-jadinya
"Papa jahat, papa ngga sayang Tiara, teriak Tiara seraya menangkupkan wajahnya pada bantalnya. Dia masih ngga percaya dengan keputusan papahnya yang mendadak yang dia tahu kalo setiap keputusan papahnya itu sebuah ultimatum yang tidak bisa diganggu gugat. Tiara bingung apa yang harus dia lakukan, dengan masih menahan tangisnya Tiara mengambil hp nya diatas nakas, yah dia harus menghubungi Tian itu adalah jalan satu-satunya mungkin Tiara akan meminta Tian melamarnya untuk menggagalkan perjodohan ini, kalopun tidak mempan mungkin dia akan rela diajak kawin lari oleh Tian, pikir kalut Tiara. Tiara pun mencoba menelpon Tian.
📲..........., No yang anda tuju sedang sibuk atau di luar jangkauan? jawaban operator.
Berkali Tiara menghubungi Tian namun jawabanya tetap sama sedang sibuk. Aduhh mas kamu lagi dimana, kenapa disaat begini kamu susah dihubungi sih ucap Tiara frustasi. Kemudian Tiara mengirimkan pesan pada Tian berharap nanti Tian akan menghubunginya.
💌 :Mas kamu dimana sih kenapa no mu nggak bisa dihubungi.
💌 : Telfon aku sekarang penting, isi pesan Tiara pada Tian yang masih tetap centang satu.
Saking lamanya Tiara menangis dan menunggu telf dari Tian ia pun tertidur masih dalam menggenggam telfon selulernya.
************
Waktu makan malam pun tiba dan kedua orang tua Tiara sudah siap dimeja makan namun Tiara tak kunjung turun, mamah Tiara memanggil Bi Nah yang masih didapur.
"Bi Nah, coba panggil non Tiara sudah waktunya makan malam. perintah mamah Tiara.
"Baik Nyah, jawab Bi Nah sambil berlalu ke kamar Tiara.
Dengan tergopoh-gopoh Bi Nah menaiki tangga dan kemudian mengetuk pintu kamr Tiara.
Tok, tok, tok, suara ketukan Bi Nah, namun tak mendapat jawabn dari yang mpunya kamar.
"Non, non Tiara ditunggu Tuan sama Nyonyah untuk makan malam, ucap Bibi lagi.
"Non,,,,,,,,, sebelum melanjutkan ucapannya lagi terdengar jawaban dadi dalam kamar.
"Tiara ngga lapar Bi, jawab singkat Tiara.
Bi Nah pun berlalu meninggalkan kamar nonanya, ia tahu bagaimana terpukulnya perasaanya atas keputusan papahnya, sedih Bi Nah.
Maaf Tuan, Nyonya kata non Tiara tidak lapar, kalian makan saja, ucap Bi nah menyampaikan pesan nonanya.
"Biarkan saja Bi jangan memaksa orang yang tak butuh makanan, ucap sinis papah Tiara.
"Bi nanti bawakan saja makanan kekamar Non Tiara takutnya maag nya kambuh, perintah Mamah Tiara seraya melirik suaminya, sedangkan yang dilirknya cuma acuh.
"Baik Nyah, ucap Bibi.
Mereka pun makan malam tanpa Tiara. Setelah selesai makan malam papah Tiara langsung menuju kamarnya yang dikuti istrinya. Mamah tiara pun duduk diatas sofa disamping suaminya yang sibuk dengan ponselnya. Mamah Tiara pun mencoba melunakan hati sang suami pada anaknya biar tidak terlalu memaksakan kehendaknya.
"Pah....?panggil sang istri sambil mengelus punggung suaminya.
"Hmmmm.... jawaban singkat suaminya.
"Apa papa nggak bisa merubah keputusan papah itu, ucap sang istri.
"Nggak bisa!, jawab papah Tiara dengan tegas yang masih fokus dengan panselnya.
"Tapi Tiara sudah dewasa pah dia berhak memilih dan menentukan masa depannya, bujuk mamah Tiara lagi.
"Masa depan yang seperti apa masa depan yan suram, apa mamah lupa apa yang pernah Tian lakukan sama anak kita?!, tanya papah Tiara
Mamah Tiara pun cuma bisa pasrah mengingat apa yang dilakukan oleh Tian waktu dulu.
"Lagian papah juga punya hutang budi pada Joko dulu sebelum kita menikah mah, ucap papah seraya berdiri melangkah ketepi jendela kamar kemudian menatap langit yang begitu pekat seakan turun hujan.kenang papah pada peritiwa dulu.
"Ya sudah pah, kita istirahat dulu besok kita bicarakan lag masalah ini, ucap lembut mamah.
Papah pun cuma mengangguk sambil berjalan menuju ranjangnya.
guys authornya lagi baper,,?
Dukung terus karyaku dengan
Like
Comen?