" selamat pagi mbak Andin...
" pagi... tumben banget hari ini datangnya on Time, Ra ? biasanya telat Mulu?
" he he.... ia mbak ! semalam aku nginap di rumah teman, kebetulan rumahnya ga jauh dari sini...
" bagus dong, jadi kamu ga di pelototi si bos hari ini !
bye the way udah sarapan belum?? ini aku ada beberapa roti, ucap Andin sambil mengambil paper bag yang berisi beberapa potong roti yang tadi di belinya.
" asik... kebetulan banget nih mbak, tadi aku belum sempat sarapan, jawab Tiara sambil mengambil sepotong roti abon dan mulai memakannya.
Tiara adalah seorang wanita muda yang sudah lama bekerja di tempat yang sama dengan Andin.
mereka cukup dekat, dan sering menghabiskan waktu bersama baik di kantor ataupun saat hari libur.
Andin sangat menyukai Tiara, sifat gadis itu yang supel dan enerjik membuat siapa pun yang di dekatnya merasakan nyaman. kekurangan dari Tiara hanya satu, dia mudah jatuh cinta dan terlalu mudah percaya pada pasangannya, hingga tidak jarang dalam berhubungan, Tiara menjadi orang yang selalu di manfaatkan.
" gimana kabar Amel mbak ?? udah lama aku ga ketemu dia!
" kabarnya baik, Minggu besok mainlah ke rumah, dia juga udah nanyain kamu terus...
" oke deh.... mudah-mudahan aja pas hari H aku ga ada acara ya mbak!
" iya deh iya paham, anak muda....
mbak masuk ruangan bos dulu ya! nyiapin berkas meeting...
siang ini, Andin akan menemani bosnya untuk menghadiri pertemuan di salah satu hotel mewah di kawasan selatan.
mereka akan mengadakan pertemuan dengan beberapa penulis dan penerbit baru yang akan bekerja sama di perusahan mereka.
klek...
terdengar suara pintu ruangan kerja di buka. rupanya pak Michael sudah datang, dengan setelan jas rapi. pria yang sudah hampir berusia 40 tahun itu terlihat sangat menawan.
badannya yang tegap dan warna kulitnya yang sawo matang serta sedikit bulu-bulu halus yang tumbuh rapi di wajahnya menambah daya tarik dari bosnya itu.
sudah banyak wanita yang mencoba menarik perhatian dari Michael, tapi tak satu pun yang bisa menggoyahkan hatinya.
Andin yang sudah bekerja lama di perusahaan ini tidak pernah sekalipun tahu ataupun melihat bosnya itu menjalin hubungan atau terlibat sebuah skandal dengan wanita, bahkan selama ini jika ada pertemuan atau pesta para pengusaha, Andin lah satu-satunya wanita yang selalu di ajak oleh Michael.
andai saja Andin adalah wanita Singel, pasti sudah banyak gosip yang menyebar tentang hubungan mereka. tapi untungnya sejauh ini Michael selalu memperlakukannya wajar sebatas bawahan dan atasan.
" Andin.... Andin.... seru Mike sambil menepuk bahu asisten nya yang sedang melamun.
" eh.... iya pak ! maaf saya lagi ga konsen...
" berkas meeting untuk nanti siang sudah kamu di siapkan??
" sudah pak! ini sedang saya susun...
" apa setelah jam kantor kamu ada acara??
" mmmm.... sepertinya tidak pak! ada apa ya??
" nanti temani saya ke mall, tolong pilihkan saya hadiah untuk seseorang yang istimewa, ujar bosnya itu.
" baik pak....
tepat sebelum jam makan siang, Andin dan Michael berangkat menuju lokasi meeting, kali ini Michael mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang supir yang bisanya selalu menemani kemana pun bosnya itu pergi.
selama perjalanan suasana terasa sedikit canggung, tidak satu pun dari mereka yang mulai membuka obrolan, hingga Andin mencoba menyibukkan diri dengan membuka kembali berkas meeting yang dia bawa.
" jangan terlalu lama menunduk! nanti kamu pusing, ujar Michael
Andin pun menuruti perkataan Michael karena dia memang sudah merasakan sedikit pusing pada kepalanya, ntah itu karena efek membaca saat berkendara atau karena dia belum makan siang.
setelah 1/2 jam perjalanan akhirnya mobil mereka pun berhenti di hotel tujuan. Michael menghentikan mobilnya tepat di pintu masuk hotel, dan memberikan kuncinya kepada petugas valet.
" kita ga langsung ke ruang meeting ya pak ?? tanya Andin yang mengikuti langkah Michael menuju ke salah satu restoran di hotel itu
" kita makan siang dulu?? saya ga mau kamu tiba-tiba pingsan saat meeting nanti jawab Michael.
" selamat datang bapak/Bu, hari ini konsep restoran kami Buffett service dengan menu khas Nusantara, jadi bapak dan ibu bisa mengambil makanan sesuai selera anda, silahkan masuk dan selamat menikmati hidangan yang telah kami sediakan ucap salah seorang waiters menyambut kedatangan Andin dan Michael.
betul saja begitu masuk ke area dalam restoran, mata Andin sudah di suguhi dengan pemandangan beberapa hidangan yang menggoda Indra perasanya.
" kamu pilih aja menu yang kamu mau nanti kita ketemu di meja sana, ucap Michael sambil menunjuk ke salah satu meja kosong.
mendengar ucapan bosnya, Andin pun langsung mengangguk dan tanpa basa-basi langsung menuju ke area prasmanan, dia dengan hati-hati dan penuh kesabaran memilih menu yang ingin di coba, kalau saja nanti dia tidak ada meeting pasti dia sudah mencoba banyak menu.
" hmm sayang sekali, ucap Andin dalam hati sambil membawa piringnya dan menuju tempat duduk.
melihat kedatangan Andin, Michael yang sedang menikmati hidangan nya pun tersenyum simpul karena melihat rona bahagia di wajah asisten nya itu.
bekerja cukup lama dengan Andin membuat Mike menyadari jika asisten nya ini penyuka kuliner.
dia suka mencoba berbagai hidangan dan bukan termasuk wanita yang gengsian.
buktinya saat pertama kali mereka harus makan bersama karena urusan pekerjaan. Andin tanpa jaim makan dengan lahap di hadapan Mike, itu juga yang membuat Mike kagum dengan wanita yang ada didepannya ini.
" tumben makannya dikit, tanya Michael saat melihat porsi makanan yang di ambil Andin.
" kalau hari ini tidak ada meeting saya pasti akan mencoba semua menunya !...
" apa kita cancel aja meeting nya? tanya Michael dengan wajah serius.
" eh... jangan pak! lain kali saya bisa kesini lagi kok! jawab Andin
" ya sudah, lain kali saya akan bawa kamu kesini lagi, jawab Michael santai.
Dahi Andin berkerut mencerna ucapan bosnya ini, kenapa harus sama dia kalo mau kesini ?? aku kan bisa ajak suami dan anak ku gumam Andin.
setelah menghabiskan makan siangnya Michael pamit sebentar ke area rokok, dia meninggalkan Andin yang masih menikmati desert favorit nya.
belum sampai di area rokok, Mike berpapasan dengan seorang wanita yang wajahnya sangat familiar.
" Bu Friska.... sapa Mike.
" eh.... pak Michael !! seru wanita itu sedikit gugup dan tidak menyangka akan bertemu dengan seorang kenalannya di sini.
" Bu Friska apa kabar?? tanya Mike lagi.
" kabar baik ! pak Mike lagi apa di sini??
" saya ada meeting sama penerbit abis makan siang nanti, ibu sendiri ?? tanya Mike sambil melihat pria yang ada di sebelahnya.
" kami juga habis meeting di lantai 4, jawab Friska.
oh ya pak Michael ! ini saya kenalkan rekan kerja saya namanya Lukas, beliau adalah salah satu arsitek di perusahaan kami yang sedang naik daun ucap Friska.
" senang berkenalan dengan anda pak Michael, seru Lukas sambil mengulurkan tangannya.
" lain kali kalau saya butuh bantuan masalah design bisa dong sayang hubungi pak Lukas
" bisa pak bisa dengan senang hati saya akan membantu anda, dan ini kartu nama saya
" terima kasih kalau begitu saya permisi dulu, ucap Mike sambil pergi menuju tempatnya tadi.
" kamu kenapa ? tanya Friska saat melihat Lukas yang terus melihat ke arah Mike.
" sepertinya aku pernah ketemu dengan pria itu tapi lupa dimana!! ujar Lukas.
" dia itu salah satu pengusaha terkenal dan teman suamiku, mungkin kamu pernah berpapasan, udah kita pergi sekarang, seru Friska yang diikuti oleh Lukas.
sementara dari kejauhan Mike terus memperhatikan mereka, dia membuang kartu nama yang baru saja di berikan Lukas.
" dasar lelaki b******k, umpat Mike