POV Lukas
pagi itu setelah sarapan, Lukas bergegas menjalan mobilnya membelah jalanan yang belum terlalu padat.
Dia mengarahkan mobilnya menuju rumah klien yang sempat ia bicarakan dengan sang istri tadi.
tapi kliennya kali ini adalah klien istimewa. karena kliennya adalah seorang wanita yang beberapa bulan terakhir selalu menemani dan mengisi hari-hari Lukas, wanita yang membuat sikapnya berubah menjadi pria yang tidak lagi memprioritaskan keluarga.
wanita itu tidak lain adalah Friska, atasan sekaligus teman berbagi kenikmatan ranjang.
" kok kamu belum siap-siap?" tanya Lukas saat sampai di rumah Friska dan melihat wanita itu masih mengenakan baju tidurnya.
" kita zoom meeting aja, kebetulan klien juga lagi liburan sama keluarganya di luar kota, jawab Friska sambil menggandeng tangan Lukas untuk masuk ke rumahnya.
seketika Lukas terkesiap ketika melihat betapa luas dan megahnya rumah atasannya itu, ini memang kali pertama dia mampir kesana. kekagumannya semakin bertambah saat mereka melewati deretan mobil mahal yang berjajar rapi di garasi mobil rumah itu.
Friska yang melihat Lukas berdiri mematung di depan garasi pun menyunggingkan senyum.
" kalau kamu mau, kamu bisa memilih salah satu di antara mereka," ucap Friska dengan sedikit berbisik.
" tidak... tidak, aku hanya kagum saja, nanti kalau tabungan ku sudah cukup aku akan membelinya dengan uang ku sendiri," jawab Lukas dengan yakin.
" kenapa kamu harus beli sendiri, kan uang ku uangmu juga," seru Friska
" tapi.....
" ga pake alasan, yang penting kamu janji selalu setia sama aku dan janji akan segera menceraikan istri kamu itu maka semua yang kamu mau akan aku turuti," ucap Friska lagi sambil bergelayut manja di lengan Lukas.
mendengar ucapan Friska, seketika Lukas menyunggingkan senyum kemenangan, dia memastikan jika wanita bersuami di depannya ini sudah sangat tergila-gila pada pesona yang ia miliki.
Lukas jadi membayangkan jika nanti dia berhasil mendapatkan Friska seutuhnya, maka hidupnya akan naik tingkat dan menjadi orang yang di segani.
setelah puas menikmati pemandangan area sekitar rumah, mereka pun tiba di ruang kerja dan akan memulai zoom meeting.
mereka duduk sedikit berjauhan agar tidak ada yang curiga jika mereka berada di ruang yang sama, walau mereka sudah menjalin hubungan selama 6 bulan terakhir, namun status di antara mereka masih di rahasiakan, karena mereka tidak ingin timbul desas desus yang tidak enak, apalagi status Lukas yang di kenal sebagai pria beristri.
selama meeting Lukas terlihat sangat serius memaparkan design bangunan yang di buatnya kepada klien.
sementara Friska hanya memperhatikan laptop yang ada di depannya tanpa memberikan sanggahan atau komentar sedikitpun.
melihat Lukas yang begitu fokus, timbul niat jahil Friska untuk menggodanya.
Dengan perlahan Friska mendekati Lukas, dan menyelinap ke kolong meja kerjanya.
Tak menunggu lama, celana panjang Lukas sudah dibuat jatuh ke lantai, hanya meninggalkan celana dalam yang dengan jelas menampakkan alat tempur Lukas yang sudah sedikit menegang.
Dengan tersenyum usil, Friska menyentuh lembut alat tempur itu dan membuat Lukas melenguh tertahan, dia harus tetap menjaga ekspresi di wajahnya agar tidak di curigai oleh klien yang sedang memberi masukan tentang designnya.
Friska menarik paksa celana itu, hingga membuat alat tempur Lukas muncul dan bergoyang.
Friska menatap dengan mata berbinar-binar dan penuh nafsu. ini dia...
ini benda yang paling ia rindukan.
melihat batang Lukas yang sudah berdiri sempurna dan sangat perkasa membuat birahi Friska bergelora.
selama ini dia hanya dapat melihat milik suaminya yang sudah loyo dan tidak menggairahkan, hingga membuat Friska tidak puas dan selalu berfantasi melakukan hubungan seks dengan pria gagah yang berbatang perkasa.
Hingga akhirnya beberapa bulan lalu dia di pindahkan ke salah satu kantor cabang milik suaminya dan mengisi posisi kosong di sana.
Di situlah dia mengenal Lukas, pria yang secara penampilan dan attitude menarik perhatiannya, apa lagi setelah dia merasakan permainan ranjang Lukas yang sangat luar biasa, Friska pun semakin tergila-gila dibuatnya.
Tak puas hanya dengan memandang, Friska pun memasukkan batang panjang nan perkasa itu ke mulutnya, dia memainkan lidahnya dengan lincah, Friska menyentuh titik-titik sensitif yang membuat tubuh Lukas merinding keenakan.
Friska dengan lihai melahap batang itu seperti orang yang kelaparan. Dia memainkan lidahnya di ujung alat tempur itu, hingga membuat Lukas kelepasan dan mengeluarkan suara lenguhannya.
Lukas menahan kepala Friska dan menggerakkan pinggulnya maju mundur. Dia merasakan batang panjang miliknya menyentuh ujung kerongkongan Friska.
" ini yang kamu suka kan? i know babe... i know what you want...," ujar Lukas yang sudah menyelesaikan meetingnya, dia membenarkan posisi duduknya dan membantu Friska keluar dari kolong meja, tempat persembunyiannya tadi.
Lukas berdiri dan membuka seluruh kain yang menempel pada tubuhnya, memperlihatkan otot perut yang terlihat sangat seksi terutama di mata Friska.
melihat Lukas yang kembali duduk di kursi dengan batang yang sudah berdiri dengan sempurna, Friska pun tidak ingin ketinggalan, dia membuka baju tidur yang ia kenakan. hingga memperlihatkan tubuh putih bersihnya dengan d**a besar yang membusung dengan sempurna.
Friska pun berjalan menghampiri Lukas, dia meraih tongkat sakti Lukas dan kembali memasukkan ke dalam mulutnya.
" Owh.... babe! ini sangat nikmat sayang, Argh....," racau Lukas yang sangat menyukai permainan mulut dan lidah Friska.
" kenapa hari ini kamu sangat bersemangat dan b*******h?" tanya Lukas.
Friska tidak menjawab pertanyaan Lukas itu, dia malah membuat gerakan yang semakin gila, yang membuat Lukas berulang kali mendesah keenakan.
hal seperti ini yang Lukas inginkan, sensasi yang tidak pernah dia dapatkan ketika bercinta dengan sang istri di rumah.
"beb.... Owh, seperti aku akan keluar," ucap Lukas.
mendengar itu, Friska pun semakin mempercepat gerakannya pada tongkat sakti Lukas.
" Friska.....! Argrgh...!" seru Lukas, bersamaan dengan keluarnya cairan hangat yang membanjiri mulut binal Friska.
Friska dengan rakus menjilati sisa cairan cinta yang menempel di batang Lukas. dia membersihkannya dengan penuh hasrat.
" kamu memang luar biasa beb!" ucap Lukas sambil meraih tubuh Friska ke dalam dekapannya dan mulai melumat bibir seksi Friska.
Lukas memagut bibir Friska, lidahnya berputar-putar di dalam sana, sementara tangannya mulai turun untuk membelai salah satu gunung kembar milik Friska yang sangat menantang itu.
Lukas bergerak turun, dia mengecup gunung itu dengan perlahan, lalu memainkan lidahnya, Friska pun melenguh pelan dan menahan kepala Lukas agar terus memainkan titik sensitif nya.
" Lukas? hmmmm... argh..." lenguhnya.
mendengar lenguhan itu Lukas menyeringai, dia mulai meraba area bawah dari bagian sensitif lainnya dari tubuh Friska.
dengan tiba-tiba, Lukas menenggelamkan jari telunjukknya ke dalam lubang kenikmatan itu. seketika Friska menjerit tertahan, gerakan Lukas tepat sasaran dan menyentuh area dalam yang paling sensitif.
"Owh.. mas...
" kenapa?? nikmatkan? tanya Lukas.
Friska hanya mampu mengangguk kepalanya, Friska kembali melenguh saat tangan Lukas bergerilya di dalam sana.
Lukas pun merubah posisinya, sekarang dia berlutut di depan Friska yang sedang melebarkan posisi kakinya, dia tau apa yang akan Lukas lakukan.
Lukas pun mendekatkan wajahnya di sana. dia melumat dan memainkan lidahnya di area kemaluan Friska dengan buas dan penuh gairah.
Friska pun mengerang, dia menjepit kepala Lukas dengan ke dua pahanya karena tak kuat menahan gempuran dibawah sana.