Kalila sedang berada di bus sekolah yang akan membawanya pulang ke rumah Matteo ketika ponsel di pangkuannya berdering. Atlas yang meneleponnya. Kalila merasakan jantungnya berdegup kencang. “Atlas?” Ini kali pertama Atlas menghubunginya lagi setelah beberapa saat.
“Halo, Kal. Bagaimana kabar kamu?” tanya Atlas di seberang sana dengan nada yang lembut. Seolah Atlas sebelumnya tidak mengancam Kalila atau seolah hubungan mereka baik-baik saja.
“Untuk apa kamu menelepon aku?”
“Kamu tidak suka?”
“Atlas, jangan bercanda. Apa yang kamu inginkan? Aku tahu kamu tidak menelepon hanya untuk menanyakan kabar aku.” Untung saja sekarang, Kalila duduk di belakang bus dan berada di pojok. Sehingga tidak ada orang yang mendengar percakapannya dengan Atlas. Bisa bahaya jika ada yang mendengar sedikit s