Kalila menundukkan kepalanya langsung ketika Matteo menanyakan hal itu padanya. Hal bodoh ketika dia tidak sadar sudah menatap Matteo sedemikian rupa hingga membuat Matteo marah padanya. “Maaf, Pak.”
Matteo tidak menanggapinya dan hanya menatapnya lagi.
“Saya ingin berkuliah di …” Kalila menyebutkan universitas impiannya dengan ragu. Sesekali pandangannya mendongak untuk menatap Matteo. Yang mana Matteo hanya menatapnya dengan sangat datar. Seolah Kalila orang asing.
Kalila tahu bahwa ini keputusannya dan tidak bijak juga jika dia menyesali keputusan yang dia buat sendiri dan bersikap seolah ini kesalahan Matteo. Dia harusnya bisa menerima alasan dibalik sikap Matteo yang seperti ini.
“Bagus. Belajarlah yang benar. Seleksi beasiswa itu akan diadakan sebentar lagi, sebelum ujian nasio