Lima tahun kemudian …
“Matty, dulu Jerman dan sekarang London? Kamu selalu bepergian jauh ketika kesepian dan kamu mengulanginya lagi sekarang.” Malam itu, Irish menatap anaknya dengan garang. Tidak suka dengan keputusan Matteo yang katanya ingin pergi ke London, bekerja di sana, dan tentu saja tinggal di sana selama beberapa lama.
“Ma, aku hanya ingin hidupku ada perubahan. Aku tidak ingin selamanya di kantor itu.”
Irish memutar bola matanya malas. “Kamu mengatakannya setelah kamu diangkat menjadi kepala bagian dan kini mendapatkan proyek pembangunan yang baru? Sungguh, Matty?”
Matteo berdecak. Di kantor itu memang sulit mendapatkan promosi apalagi naik jabatan dengan cepat. Matteo terhitung beruntung. Persaingan ketat di kantornya bisa ia tebas dan dia bisa mendapatkan posisi yang s