Sepulang kerja, Kalila langsung pergi ke flat-nya yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Suasana di sekitar tempat tinggalnya masih ramai, mengingat dia tinggal di distrik yang penuh dengan gedung-gedung perusahaan dan tempat tinggal karyawannya. Harga flat di sini memang tergolong mahal. Kalila harus memangkas gajinya untuk biaya sewa dan menghemat sisanya untuk menyambung hidup. Mungkin kalau di Indonesia, gaji yang Kalila dapatkan sudah lebih dari cukup untuk bisa mengikuti gaya hidup golongan strata menengah ke atas. Tapi di sini, di London, biaya hidupnya tergolong tinggi dan Kalila masih harus menghemat.
Namun, kehidupannya lima tahun terakhir masih bisa dikatakan lebih beruntung dan nyaman ketimbang hidupnya di Indonesia. Tinggal bersama mimpi buruknya yang hanya gemar menyiksanya