Lima tahun dua bulan yang lalu…
Kehidupan Kalila sudah tidak bisa diatur olehnya sendiri. Dia seolah menjadi boneka dari Atlas setelah kejadian malam itu. Atlas menggunakannya sebagai ancaman kepada Kalila. Tiap kali Kalila bermaksud melawan, Atlas selalu mengatakan bahwa dia bisa melakukan itu lagi pada Kalila sebanyak yang ia mau. Kalila lemah. Dia tidak bisa melawan lelaki itu.
“Atlas …”
Seperti hari ini, Atlas ingin Kalila menemaninya seharian di rumah. Entah apa alasannya. Lelaki itu menahan Kalila ketika dia akan pergi sekolah dengan berada di ambang pintu kamar Kalila. “Aku hanya ingin kamu berada seharian di rumah, Kalila. Apa itu terlalu sulit bagi kamu untuk menemani aku saja?” Atlas tersenyum miring. Dia tahu bahwa Kalila juga menangkap maksud tersiratnya. ‘menemaninya’ dalam