Kalila terpaku diam. Dia kelewatan. Dia telat menyadari bahwa sikapnya untuk menutupi apa yang sebenarnya ia rasakan hanya akan membuat Matteo semakin tahu ada yang salah padanya.
“You are not Kalila. Kalila yang aku kenal, tidak pernah menganggap bahwa dirinya berhak untuk mendapatkan perlakuan tidak masuk akal itu.” Matteo terlihat marah. Dia menggenggam pundak Kalila dengan erat. “Kalila, apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti ini.”
Sepersekian detik, Matteo seolah dapat melihat bahwa Kalila memang menyembunyikan sesuatu. Hal itu terlihat dari tatapan matanya yang tiba-tiba saja menjadi sendu. Namun, sedetik kemudian, Kalila mendongak dan tersenyum seolah semuanya baik-baik saja.
“Tidak ada yang terjadi, Matteo. Selama lima tahun ini, kita memang tidak bertemu lagi dan tentu saja bany