Selama lima tahun, Kalila tidak pernah memiliki seseorang yang bisa ia andalkan untuk membagi ceritanya. Kalila terlalu takut bahwa orang lain akan mengasihaninya atau bahkan menjauhinya ketika tahu apa yang sudah terjadi padanya. Jadi, menurutnya, lebih baik dia menyimpan semuanya sendiri—hingga hari ini, Matteo kembali pada hidupnya dan menawarkan pundaknya agar Kalila bisa menangis sepuasnya.
Tetap saja pada akhirnya, Matteo selalu menyelamatkan Kalila.
“Tenanglah,” ujar Matteo sambil mengusap-usap punggung Kalila. “Kamu akan baik-baik saja. Sekarang, kamu tidak sendiri lagi, Kalila.” Matteo merasakan Kalila melonggarkan pelukannya darinya. Kalila mencoba untuk tersenyum walaupun air matanya masih mengalir. Kalila tahu kini wajahnya terlihat sangat bodoh.
Matteo tertawa kecil. “Lucu