Matteo tidak mengerti kenapa Kalila langsung panik sekali ketika dia tidak sengaja menyentuh bekas luka itu secara tidak sengaja. Matteo mengira itu hanya bekas luka biasa. Bukan sesuatu yang akan membuat Kalila panik bukan kepalang.
“Kalila, kamu kenapa?” Kini, mereka sudah berpakaian lebih layak dan duduk di sisi ranjang Kalila. Kalila terus menundukkan kepalanya sejak tadi dan napasnya masih memburu. Dia sama sekali tidak ingin menolehkan kepalanya pada Matteo atau menjawab pertanyaan Matteo.
“Kal, apa kamu baik-baik saja?” Matteo tidak akan menyerah untuk menanyakan apa yang terjadi pada wanita itu. Ketika Matteo akan menyentuh pundaknya, dengan cepat Kalila langsung menghindar dan bahkan menepis tangan Matteo.
Matteo mengeryitkan dahinya. “Apa kamu tidak suka dengan yang kita laku