Kalila bisa kembali tenang di dekapan Matteo. Napasnya sudah kembali normal—tidak memburu seperti sebelumnya. Kalila kini balas mendekap Matteo tidak kalah eratnya. “Matteo…”
“Maaf, ya, Kalila.” Tangan Matteo terulur untuk mengusap rambut Kalila dengan lembut. Dia memejamkan matanya merasakan tubuh Kalila yang terasa sangat pas dan tepat di pelukannya. “Aku akan melakukan apa saja agar kamu tidak pergi dariku mulai dari sekarang, aku berjanji.”
Kalila tersenyum diam-diam mendengar ucapan Matteo. Mungkin, Tuhan memberikan hidup yang sangat buruk pada Kalila dengan mendapatkan keluarga yang gemar menyiksanya. Tapi setidaknya, Tuhan memberikan juga gantinya; seorang pria yang sangat mencintainya. Masih sulit Kalila percaya bahwa dia akan dicintai oleh pria itu dengan tulus. Tapi Kalila tahu