Sama tak berarti kita selalu sejalan
Begitupun pembeda diantara kita
Bukan alasan untuk kita berbeda
Satu tak harus selalu sama bukan
-corak
**********
Setelah drama ketumpahan milkshake, mood Alula hancur. Bagas yang tidak tau kronologis Alula mandi milkshake itupun terkena imbasnya. Selama perjalanan pulang dari taman kota, Alula mendumal dan terus memukulinya gemas, kadang ia mencubit perut Bagas, memukul bahunya, bahkan berbicara dengan cukup keras hingga membuat orang - orang di lampu merah memandingi aneh mereka. Ah nasib sial Bagas hari ini.
"Eh udah balik lo, kenapa tuh muka?" Kezie menyambut mereka yang sedang ada di teras
Bagas panik dengan pertanyaan Kezie, seolah memberi tanda untuk tidak bertanya lebih lanjut.
"Baju lo kenapa, La? Bau s**u kek gini. Milkshake gue mana?"
"Eh ini kan bau strawberry" tanya Kezie nyerocos
Ah anak itu sedang mendaftarkan dirinya masuk ke neraka ternyata. Raut wajah Alula semakin gelap, seolah ingin menenggelamkan Kezie di empang blok sebelah. Bagas yang mendengar pertanyaan itu ingin menghilang saja. Tubuhnya masih sakit karena tangan Alula yang ga berhenti menyiksanya sepanjang perjalanan rumah.
"Gue-"
Plak
Plak
Plak
Kan belum selesai Bagas ingin menyelesaikan pamitan pulang untuk menyelamatkan diri, ia malah menyaksikan tragedi dua saudara ini. Ah jidat Kezie pasti perih, Alula menepuk jidat itu dengan cukup keras hingga suaranya terdengar.
"Anj-"
"MA, KEZIE NGOMONG KASAR. LALA DIKATAIN ANJING MASA"
"ADEK. GABOLEH NGOMONG KAYA GITU" saut Mama yang seperti masih didapur
Alula acuh pergi berlalu meninggalkan mereka berdua yang masih meratapi sakit mereka masing - masing.
"DIA KENAPA SIH??!!! JIDAT KINCLONG GUE!" ucapnya sambil meratapi jidat kinclongnya
"Udahlah gue mau balik, gausah deket - deket dulu" ucap Bagas memperingati
"MAMA, BAGAS BALIK DULU YAA!!!" Ucap Bagas berteriak
"MAMPIR DULU, INI MAMA UDAH MASAK!!" teriak mama sambil menuju teras
"Udah balik ma Bagas" ucap Kezie meninggalkan mamanya di teras
"Dek, tadi kakak bilang adek ngomong apa?" tanya mamanya tiba - tiba
"ANGSA MA!!!" ucap Kezie berlari menuju kamarnya
Anak - anak ini, mama hanya geleng - gelelng kepala melihat kelakuan kedua anaka kembar tak serupa itu.
*****
Alula memasuki kamarnya melemparkan tasnya sembarangan dan melemparkan tubuhnya ke kasur dengan perasaan dongkol, bagaimana tidak anak laki - laki yang menyatakan diri sebagai anak Nusa Bangsa itu dengan entengnya meninggalkan dia tanpa tanggung jawab. Ah ~ dia bingung kenapa sejak tadi mood-nya rusak seperti itu. Padahal itu hanya masalah sepele.
"Arrggghhhhh"
"Gue kenapa sih??!!" teriak Alula di dalam kamarnya
"Nusa bangsa ya??!"
"Nusa bangsa?"
"Siapa sih, bentar deh. Nusa Bangsa, pake celana kotak kotak,"
"OH NUSA BANGSA"
"KEZIE b***k. LUPA GUE DIA SEKOLAH DISANA"
"HAH. NI PASTI SODARA SODARAANNYA KEZIE NIH!!! GAADA AKHLAK" dumal Luna mengetahui fakta anak laki - laki itu satu sekolah dengan saudaranya itu.
Nusa Bangsa itu sekolah khusus musik, sistem sekolahnyapun beda dengan SMA pada umumnya, sistem pendidikan mereka sudah seperti kuliah. Disana ada 8 jurusan masing - masing, dan Kezie masuk kelas componist, karena emang dari kecil dia tertarik dengan musik dan pritilannya. Berbeda dengan Alula yang lebih memilih sekolah umum, meski sebenarnya orang tua mereka tau jika Aluna memilki minat di Sains namun dia lebih tertarik untuk hidup normal dan kenal berbagai macam kehidupan. Haha
"Kok ada yang basah ya? Kan ga mungkin gue ngompol" batin Luna
Ia pun bangkit dari tidurnya dan terkejut melihat bercak merah di sprei kesayangnyan itu.
"Pantes gue marah - marah mulu kek kucing ga di kasih makan 3 hari" ucap Luna
Ia pun bergegas membersihkan sprei dan seragamnya itu tanpa banyak bicara.
****
"Woy, kemana aja sih telat banget" ucap anak laki - laki berwajah tampan itu
"Sorry, tadi ada kecelakaan dikit" saut Markarana
"Gaada baret perasaan lo!?" ucap anak berambut pirang itu sedikit ngegas
"Ya ngga ke nyium aspal juga Jun. Tadi gue ga sengaja nabrak mbak - mbak, milkshakenya tumpah pake drama dikit" jelas Mark
"Cantik ga?!!" anak berwajah tampan itu menimpali jail
"Ga" ucap Mark acuh
"Udahlah, cepet rekaman. Deadline tinggal 3 hari nih" tegas Mark membuat mereka segera ke posisi masing - masing
"kenapa ya mukanya mbak mbak tadi kek mau nyakar gue." batin Mark mengingat kejadian 30 menit yang lalu itu.
***
Bagas merebahkan dirinya di kamarnya, badannya remuk rasanya. Untung pertemanan mereka itu buatan Tuhan dengan bantuan perasaan, coba kalau buatan Cina, udah kemarin - kemarin ia berlari meninggalkan anak perempuan yang disarang bundanya melebihi dirinya itu. Tanpa sadar matanya melihat kalender yang terdapat lingkaran merah di tanggalnya.
"PANTES AJA GUE REMUK HARI INI" Bagas uring - uringan
"GUE NYENGGOL MACAN YANG LAGI KELUAR KANDANG COBA. KOK BISA SIH GUE LUPA!!" lanjut Bagas
"MAS, KENAPA KOK TERIAK TERIAK" teriak Bunda dari taman rumah
"ENGGAK KOK, BUN. INI BAGAS LAGI LATIHAN BACA TEKS PROKLAMASI" bohong Bagas
"YAUDAH MAS" ucap Bunda kemudian
Hah, ngapain coba gue baca - baca teks proklamasi. 17 Agustus masih lama, gue juga gaada niat menggantikan Pak Soekarno jadi pembaca proklamasi. - batin Bagas
Lingkaran merah di kalender Bagas hari ini adalah tanda minggu bulanan Alula, dia memiliki trauma berdekatan dengan anak itu ketika tamunya datang. Ah ini sudah menjadi kebiasaan untuk melinghari tanggal tanggal rawan seperti itu. Pernah dia main kerumah anak itu dan tidak tau tamu bulanannya datang Alula menangis tiba - tiba, badannya di cubiti hingga beberapa tempat menghasilkan bekas kebiruan. Ah membayangkan saja dia ngeri sendiri.
***
Brakkk
Pintu kamar didorong dengan kuat
"Astagfirullahhalazim, AMBRUK KAMAR GUE LAMA - LAMA" teriak Kezie kaget
"Gimana kalo gue mati mendadak kena serangan jantung" ucap Kezie asal
"Drama, b***h" ucap pelaku perusak pintu itu
"APA?!" ucap Kezie kesal, jidatnya masih sakit
"Eh ji, tau gak, tadi yang nabrak gue tuh anak Nusa bangsa tau pantes gue familier sama celananya" ucap Luna melompat kearah kasur Kezie
"Nabrak apaan? LO GA GAGAR OTAK KAN??!!"
"Apaan sih. Tadi tuh gue beli minuman buat lo, terus ditabrak. Tumpah!"
"Nggak lu racun kan?" tanyanya sinis
"Yeu. Enak. Sayang kalo cuma gue ceritain. BTW dia anak sekolahan lo"
"Yaterus hubungan apa cerita sama saya neng" ucap Kezie keki
"Cerita aja. Biar lo ada gawe"
"Nggak guna banget sih" ucap Kezie makin keki dengan saudarnya itu
Hiks
HIks
"Eh, lo kok nangis sih. Kenapa? Kenapa?" panik Kezie
Hiks
HIks
"Yaudah gue minta maaf, jangan nangis dong. Janji ldeh minggu ke pantai" ucap Kezie membujuk
Perempuan itu masih menangis dan menggelengkan kepalanya, seolah menolak penawaran lelaki itu.
"Yaudah!!!!!!! Lo mau apa?!"
"Janji diturutin" ucap perempuan itu sesenggukan
"Iye. Diem dulu tapi"
Tangis itu berangsur berhenti
"Hehehe janji ya lo!" ucap Luna cepat sambil mengusap ingusnya
"Nih ingus dek!" lanjutnya sambil menyeka ingusnya dengan kaos Kezie
"Jijik g****k!" ucap Kezie ilfeel
"Janji kepantai juga di tepati oke??!"
"Yeu, giliran denger kata pantai aja semangat lo"
"Hehehe. Dek, beliin gue pembalut yang warna toska, ada tulisan cooling nya. Perut gue sakit nih mau keluar"
"YA ALLAH LA, GUE UDAH 16 TAHUN HIDUP SAMA ELO DAN GUE PALING ANTI BELI KEK GITUAN. MALU ANJIR. LO TAU SENDIRI KAN GUE GAPERNAH BENER TIAP BELIIN LO"
"TADI KAN UDAH JANJI !!!"
"YA GA BELI PEMBALUT JUGA"
"Cepet! Ntar gue kasih nomornya anak IPS yang lagi lo incer" ucap Luna menawarkan
"OKE, GUE JALAN SEKARANG. MAU BELI BERAPA LO? 10? GUE BELIIN"
"Sama pocky ya dedekkuh sayangggg"
Fyi, sebenarnya kegiatan beli pembalut bukan jadi hal baru buat Kezie. Pernah dulu ia diperbudak sudaranya itu untuk beli pembalut, karena Luna tidak memberi intruksi yang jelas ia membeli berbagai merek pembalut dan berakhir jadi uring - uringan Luna. Ia juga pernah salah beli, Luna kali ini memberi intruksi untuk membeli pembalut yang pajang tanpa merek, berakhirlah ia membeli khusus ibu hamil. Pertama kali Luna dapat tamunya, Kezie juga sebagai pahlawan dan orang tersakiti yang harus rela jalan ke Indomaret buat beli pembalut. Mama mereka sedang berada di luar kota saat itu dan berakhirlah Kezie yang membeli kebutuhan Luna. Hah gimana ia tega melihat saudaranya meringkuk mengeluhkan perutnya yang seperti di tonjok itu - kata Luna, padahal Kezie tau gak mungkin Luna pernah ditonjok apalagi perutnya. Yang jelas anak laki - laki umur12 tahun saat itu pergi membeli pembalut dan berakhir menyusahkan mbak - mbak indomaret.
"Mbak, ini kakak saya perutnya sakit katanya suruh beli roti buat bulanan. Udah muter gak nemu" ucap Kezie polos
Mbak mbak Indomaret yang sedang berjaga itu saling beratatap dengan temannya, mendengar pertanyaan anak laki -laki menggemaskan itu.
"Adek, emang gaada orang lain dirumah sampai adek yang harus beli?" tanya mbak Indomaret itu
"Gaada mbak. Mama lagi pergi. Cepetan mbak kakak saya dikamar mandi ga keluar dari tadi" ucap Kezie kecil
"Tunggu ya"
"Nih mbak uangnya"
****