02 Agustus 2025
Kepada Maraka
Lelaki menyebalkan yang mencintai suasana hujan
Selamat ulang tahun ~
***
"Lun, bagi jawabanlah. Kimia ujian dadakan kan!" Bagas datang tiba - tiba
"Dih malak mulu kayak preman lo" Balas Alula
"Udah cepetan, dah mau bel nih!!"
"Inget nih. A A B A C D E E D A D E C C"
Bagas buru buru menulis jawaban dari teman sekompleknya itu. Tak lama bel berbunyi, ia kemudian meninggalkan kelas Luna dengan terburu - buru.
"Kan, gaada makasih - makasihnya si anoa" sungut Luna karena jam istirahatnya terganggu
"Abis ini ke cafe baru pojokan yuk Lun, bareng anak - anak" ajak Rene
"Siapa aja emang?"
"Tadi sih Elva yang ngajakin, kayaknya anak - anak kelas sebelah deh. Ada Yessa juga"
"Ajak Bagas juga gih. Biar lo ada ojek pulangnya"
"Ide bagus, tumben Rene pinter" - batin Alula
"Okedeh. Ntar ikutan, gue juga belum makan gara - gara Bagas ribut mintain jawaban"
"Hahaha, yaudah ntar kesana bareng aja"
Bagas Cakep
Pulang duluan aja. Gue mau nongki sama anak - anak.
13.00 pm
Dimana? Gue ikut.
13.00 pm
Bukannya dia lagi ujian Kimia ya? Kok fast respon?
Serius bukan Aluna yang menamai nama kontak Bagas seperti itu. Tapi manusia itu yang menamainya sendiri, katanya diantara dia dan Kezie dia paling cakep dan itu udah dapet pengakuan Mama sama Bunda.
****
"Aluna, Rene" teriak perempuan berambut panjang itu
"Oi" saut mereka
"Cuma berdua?Tumben Bagas ga ngekor lo Lun?" tanya Elva
"Kata siapa? Tuh bocahnya" saut Rene sambil menunjuk arah Bagas
"Dahlah, gue laper nih. Biar gue pesen" saut Alula malas
Setelah menunggu selama hampir 20 menit pesanan mereka datang. Mereka menikmati makanan itu dengan rusuh. Jangan lupakan Elva yang mendramatisir bagaimana ia sedang bermasalah dengan pacarnya. Yah kami hanya menjadi pendengar yang tidak baik untuknya.
"Gas, balek yok!!" rengek Luna
"Ih, apaan sih udah mau cabut aja" - Rene
"Iya nih gaasik banget lo" - Tendra
"Gue ada panggilan job nih" saut Luna
"Apaan?" - tanya mereka bersamaan
"COD-an masker neh, sumber nafkah"
"Yaelah" - Tendra
"Yaudah. Ayok, dimana emang?" tanya Bagas
"Taman kota. Tapi bentaran mau beli milkshakenya. Buat Zie" senyum Luna hingga matanya hanya menjadi segaris
"Cepet. Gue tungguin di parkiran"
"Guys. Balik duluan ya!!! Jangan lupa promote - in masker gue! Muahhh"
"Bukan temen gue" - Tendra
"Gue juga ga kenal" - Elva
"Siapa sih yang ngomong gaada orangnya" - Rene
"Temen - temen lucknut emang ya" ucap Luna kesal meninggalkan mereka
******
+62 831-552-xxx-xxx
Kemarin
Kak mau pesen masker. COD an taman kota besok sore bisa?
Bisa. Mau pesen apa aja?
masker peel off 2
sheet mask yang pink 2
sheet mask ijo 2
Totalnya brp kak?
Totalnya Rp 42.000 ya
Ok kak. Jam 4 ya kak
Hari ini
Kak aku pake hoodie item ya
Ok. Tungguin ya. 10 menit lagi nyampe. Aku pake cardi rok kotak - kotak ya
Ok kak.
Fyi Alula itu punya usaha online shop jualan masker wajah, dari yang organik sampai serbuk berlian dia jual, dan Bagas. Jangan lupakan jasa anak itu, dia adalah kurir gratis Aluna selama ini. Itung - itung jalan - jalan siapa tau customer dia bisa jadi gebetan Bagas.
Brak
"Aduh. Kalo jalan liat - liat kek. Basah nih baju gue" dumal Alula
"Eh, sorry sorry gue buru - buru" ucapnya buru - buru
"Eh lo mau kemana? Tanggung jawab lo! Baju gue basah"
"Ya terus lo maunya apa? Gue kan udah minta maaf. Lagian lo juga ga liat - liat mainan hp!" ucap lelaki itu sebal
"Lah, elo udah nabrak masih nyari pembelaan" Alula tak mau kalah
Anak laki - laki berhodie coklat berkacamata bulat itu terdiam memperhatikan Aluna, seolah menilai dari atas sampai bawah
"Apa lo liat - liat!!!!" tantang Luna jengkel
"Lo anak Pelita Bangsa ya. Udahlah, gue buru - buru. Gue anak Nusa Bangsa. Ntar gue ganti minuman sama biaya laundry baju lo." ucap anak laki - laki itu sambil berlalu meninggalkan Aluna
"Sumpah ya. Ini tuh udah nyita waktu gue!"
"Luna kemana sih??!! Gatau apa ditungguin" Bagas menunggu anak itu keluar
"Woy!!! Lama banget sih lo. Gak ada sa-"
"Eh baju lo kenapa basah. Bau strawberry juga. Milkshake Kezie gak buat lo mandi di dalem kan? Apa -"
"Bisa diem ga?! Cepet jalan! Udah ditungguin!"
"Eh- iya"
Bagas tau tetangganya itu sedang dalam mode senggol bacok, daripada dia kena masalah mendingan dia diam dan mengikuti intruksi perempuan itu.
*******
Itulah awal pertemuan kami, pertemuan menyebalkan. Hahaha seperti Ftv tapi memang seperti itu adanya. Meski pertemuan kami terkesan klise, ku harap kalian masih mau mencari tau kisah kami. Pertemuan dengan lelaki yang memiliki ruang tersendiri dihatiku, hingga hari ini.
Maraka,
hari ini langit sedang menangis
Waktu kesukaanmu untuk menikmati jatuhan air menuju bumi
Kamu baik - baik saja kan hari ini?
Dia yang penuh sempurna itu, yang dapat kulihat dalam dekat namun tak pernah mampu untuk digapai. Dia yang membiarkan dua lautan mengalir dan keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.
Kami,
Si laut merah dan laut mati
Yang bertemu muara,
Namun tidak untuk menyatu