Suasana makan malam kali ini memang dengan formasi yang lengkap, namun suasananya sendiri terasa lebih dingin. Mores sendiri dibuat heran dengan sang istri yang terlihat diam dan hanya tersenyum sesekali.
“Ayo makan keburu dingin,” titah Andara setelah sup jagung sudah siap.
Keenam sahabat Ralin segera mengambil makanan termasuk Jeno yang langsung melahap makanan itu dengan tidak tahu malu. Ralin yang melihat langsung mengusap dadanya karena tingkah Jeno.
“Ralph, kamu sakit?” tanya Mores setelah menyadari tingkah Ralph.
“Enggak, Pi,” singkat Ralph mulai menyendok makanannya. Pandangan pemuda itu juga kali ini terlihat kosong seperti tak ada semangat hidup.
Januar sesekali melirik saat makanan itu sudah masuk ke mulutnya. Matanya memejam menikmati rasa makanan sekaligus mengecek keada