Pagi harinya Ralph bangun dengan wajah yang biasa saja seolah semalam ia tak melakukan apapun. Setelah keluar dari kamar, Ralph berjalan santai menuju ruang makan dimana terdapat Andara yang sedang mempersiapkan sarapan.
“Pagi, Ma,” sapa Ralph santai.
Andara melirik anak sulungnya yang berjalan mendekat kemudian berujar, “Pagi.” Andara menjawab singkat namun terdapat nada lembut di dalamnya. Dia tak mau menunjukkan bahwa sedang dalam mode kecewa karena takut membuat keributan di rumahnya.
Ralph mengernyit karena merasa asing dengan Mamanya namun ia tetap saja berpikir positif karena tak mau menerka-nerka suatu hal yang salah. Sembari menunggu Mamanya menyiapkan sarapan, Ralph mengambil tempat seperti biasanya saat makan bersama.
Tak berselang lama Ralin turut bergabung di ruang makan