Suasana taman belakang istana Millano pagi ini terasa ramai sekali karena canda tawa yang diciptakan oleh Brisia dan Jeno, lebih tepatnya Jeno yang dihujat oleh para sahabatnya hingga membuat pemuda itu geram sendiri.
“Kalian seneng banget sih cari gara-gara sama gue!” teriak Jeno frustasi.
Gelak tawa mereka semua kembali terdengar karena melihat wajah Jeno yang sudah memerah, entah karena ingin menangis atau menahan amarah.
Drrtt ... Drrtt
Suara ponsel salah satu dari mereka ber-enam membuat tawa bahagia itu berhenti. Jeno yang merasa jika itu berasal dari saku celananya langsung mengecek dan tertera nama ‘Nyonya Besar’ disana. Wajahnya panik kemudian menatap satu-persatu sahabatnya.
“Nyokap gue,” jelas Jeno tanpa diminta.
“Angkat,” titah Alvero singkat.
Sebelum mengangkat, Jeno s