Ralin memasuki rumah dengan langkah tergesa-gesa. Setelah ponselnya bergetar ketika berada di cafe tadi, Ralin langsung berpamitan dengan Kimi dan Patric penuh penyesalan. Jika saja bukan Andara atau Mores yang menelfon, Ralin pasti tak akan bersedia pulang seperti sekarang.
“MA?” teriak Ralin kala tak melihat keberadaan Mamanya.
Tak lama Andara muncul dari dapur dan menyambutnya dengan senyuman hangat. Bisa Ralin lihat jika Mamanya itu baru saja ber-eksperimen lagi dengan menu-menu baru yang dilihat dari media online.
“Ternyata udah pulang. Sana mandi dulu, nanti Mama mau ngomong,” ucap Andara.
Ralin sendiri hanya bisa menurut dan melangkah menuju kamarnya. Selama menuju kamar, pikiran Ralin berkelana. Apakah ia membuat salah dengan Mamanya?
Karena tak ingin menerka-nerka, Ralin akh