Mores memasuki gedung bertingkat Millano Corp’ dengan gagahnya sembari menggendong Sela. Putri kecilnya itu tak henti tersenyum sejak berangkat dari rumah sakit, membuat Mores merasakan masa 12 tahun silam dimana ia juga melihat sosok Ralin dalam gendongannya.
“Papi, gedungnya bagus,” kagum Sela melirik-lirik karyawan yang bekerja.
“Sela suka?”
Sela mengangguk antusias saat mendapatkan pertanyaan dari Papinya. Gadis kecil itu memeluk leher Mores erat karena saking senangnya. Tak berselang lama hawa dingin dari pendingin ruangan menusuk kulit keduanya. Sela segera menatap sekitar dan ternyata sudah berada di sebuah ruangan.
“Sela main sendiri, ya? Papi mau kerja dulu,” ujar Mores menurunkan Sela dari gendongannya.
“Iya, Papi.” Segera Sela berlari menuju sofa yang di atasnya terdapat bo