Pagi ini ruangan Ralin cukup ramai karena suara Sela yang sejak bangun tidak berhenti mengoceh. Gadis kecil itu terus memberondong Andara dengan berbagai pertanyaan hingga membuat sang Mama pusing sendiri.
Saat ini mereka tengah bersiap-siap karena pihak rumah sakit sudah mengizinkan Ralin pulang. Tentu saja mereka mengizinkan atas dasar pertimbangan. Salah satunya, sudah ada sosok Andara yang digadang-gadang akan menjadi pengendali Ralin disaat gadis itu kembali terluka perasaannya.
“Mama, Kakak cantik itu kenapa malah sama Kakak Lalph?” bisik Sela yang merasa takut karena wajah Ralin menurutnya sangat menyeramkan.
“Kakak cantik nggak marah, nak ... dia kelelahan, tapi Kakak Ralph menggodanya,” tutur Andara seraya mengusap lembut rambut Sela.
“Gitu, Ma?”
Andara tersenyum kecil dan me