Ralin keluar dari kelas bersama dengan Kimi dan Patric. Ketiga gadis itu selalu menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang cantik serta memiliki tubuh bak model Victoria.
“Ayo.” Ralph menarik tangan Ralin untuk segera memasuki mobil yang tentu saja langsung dihempas oleh gadis itu.
“Gak usah narik-narik!”
Di tempatnya Ralph hanya bisa menghela nafas pasrah kemudian memasuki mobil dan langsung mengambil duduk di sebelah Ralin. Sepanjang perjalanan kedua orang itu sama-sama bungkam baik dari Ralph atau Ralin keduanya tak memiliki bahan pembicaraan.
Sejak memasuki mobil, Ralin tak henti mengunyah cemilannya yang diberikan oleh Kimi tadi. Gadis itu cukup senang dengan rasa cemilan almond khas Amerika tersebut karena ternyata tidak terlalu manis.
“Sampai kapan lo mau bersikap kayak gini