Ralph terbangun dari tidurnya dengan keadaan yang segar. Sekalipun hatinya sedang tidak baik-baik saja, dia harus mengistirahatkan tubuhnya sebaik mungkin supaya bisa melewati hari berikutnya yang entah bagaimana itu. Kakinya melangkah menuju kamar mandi karena ia harus segera membersihkan diri agar tidak terlambat ke sekolah.
Hanya membutuhkan waktu lima menit untuk menyelesaikan mandi paginya dan kini Ralph sudah berdiri di depan cermin karena harus menyisir rambut lebatnya. Mata pemuda itu menelisik penampilannya sendiri yang menurutnya tampan. Entah sejak kapan rasa percaya diri yang dimiliki Ralph begitu tinggi.
Setelah semuanya selesai, Ralph melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Saat keluar, Ralph berpapasan dengan Januar yang kebetulan juga sudah selesai dengan pakaian santainy