“Jangan pelihatkan pelangi pada orang buta warna...”
Sindiran itu datang dari mulut Galih yang di tujukannya kepada Rama. Masih sangat kesal, bahkan emosinya masih tetap berada pada puncaknya, mengingat bagiamana Shinta yang kemudian jadi harus sampai mengalami drop dan menjalani oprasi darurat karena suaminya itu.
“Apa maksud Lo?”
“Gak usah pura-pura gak ngerti deh, buta Lo! Istri Lo udah sebegitu sempurnanya... masih aja Lo khianatin”
Begitu tambahnya masih dengan nada ketusnya kepada Rama.
“Denger! Kalo Lo masih ngebacot gak jelas kaya gitu, dengan tanpa tau apa yang sebenernya terjadi mending Lo pergi aja deh, atau mau gue bikin babak belur lagi??”
Entah sejak kapan Rama jadi bertingkah selalu dengan emosi seperti itu, bahkan ancaman akan babak belur kembali langsung di laya