Suara kipas angin tua terdengar pelan di langit-langit kamar kecil itu. Berbeda dengan ruangan penthouse mewah yang dulu ia tempati sebelum meninggao, kamar ini sempit, sederhana, dan penuh barang-barang remaja yang masih belum mengerti apa-apa tentang permainan dunia orang dewasa.
Qin Raven menatap langit-langit yang memantulkan cahaya pagi keemasan.Ia menarik nafas secara teratur dan stabil. Seolah tubuhnya sedang berusaha memahami bahwa ia benar-benar hidup kembali.
“Ini… masih seperti mimpi,” gumamnya.Ia mengangkat tangannya. Jari-jarinya lebih ramping dan belum mengeras seperti sepuluh tahun kemudian. Ia mengepalkan tangan, merasakan denyut nadi yang masih belum terbiasa dengan kekuatan yang ia miliki sebagai CEO dewasa.
Raven bangkit dan duduk perlahan.Sebuah rasa asing menusuk hatinya perasaan hidup kembali setelah mati dikhianati. Tangan yang telah menusuknya, teman yang menembaknya, keluarga yang menjualnya…Semua itu masih membekas dengan jelas dalam ingatan dan pikirannya.
Ia memutar pandangan ke seluruh kamar.Lemari kayu tua yang sedikit retak.Meja belajar dengan tumpukan buku ekonomi.Laptop tebal keluaran lama yang ia gunakan menulis proposal bisnis pertamanya.Gantungan baju yang miring.Poster band rock yang sudah pudar.Ini benar-benar kamar lamanya yang dulu ia tempati saat ia berusia 18 tahun.
“Jadi… aku kembali pada titik ini.” Titik awal sebelum segalanya menjadi kacau dan diluar kendali.Sebelum ia bertemu denganLin Yuxi sebelum Li Feng memanfaatkan semua koneksi miliknya.Sebelum Paman Ketiga merampok semua sahamnya setelah ia mati.
Sistem yang mengembalikannya ke masa lalu masih terngiang samar.Seseorang ingin kau hidup…Siapa?
Raven belum tahu. Namun satu hal yang jelas ientitas yang memberinya kesempatan kedua tidak melakukan itu tanpa alasan.
Dan baginya, itu cukup.Karena sekarang, ia memiliki apa yang tidak pernah ia miliki sebelumnya:
Pengetahuan,pengalaman,dendam dan juga yang terpenting waktu.
Pintu kamar tiba-tiba diketuk.
Tok tok tok.
“Raven? Sudah bangun?” suara perempuan dewasa memanggil dari luar.Ia mengenali suara itu. Ibu tirinya. An Ruxue.
Wanita lembut yang selama ini ia kira peduli… tapi kemudian ternyata ia adalah salah satu dalang keruntuhan keluarganya.Sikapnya yang lembut di luar, namun licik di dalam dialah yang membocorkan rahasia perusahaan ke Paman Ketiga. Semua demi putra kandungnya yang ingin menjadi ahli waris utama.
Dalam kehidupan sebelumnya, Raven sangat menghormatinya.Sekarang? Ia tahu lebih baik.
“Raven, ayo sarapan,” panggil An Ruxue lagi.
Suaranya terdengar hangat… hampir terlalu hangat.
Raven tersenyum tipis. Senyum yang tidak sesuai dengan wajah remaja berusia 18 tahun senyum seorang raja yang pernah mati dan terlahir kembali.
“Ya, aku turun sebentar lagi.”
Ia bangkit lalu berdiri dari tempat tidur. Langkahnya mantap. Tatapannya dingin dan fokus.Saat ia menyentuh gagang pintu, ia merasakan dorongan kuat dari masa lalunya.
Dorongan yang dulu membuatnya lemah, dan mudah dimanipulasi.
Tapi kini?..Ia yang memegang kendali. Tangga kayu tua berderit saat ia turun. Aroma sup ayam memenuhi rumah, mengingatkan pada masa-masa ketika ia masih polos,naif dan penuh kepercayaan kepada orang lain.
Di ruang makan, An Ruxue tersenyum lembut, sedang menuang s**u ke gelas. Senyum itu… senyum yang dulu membuatnya merasa diterima… kini terlihat palsu di matanya.
“Oh, Raven sayang, rambutmu berantakan sekali.”
Ia tertawa kecil. “Kau tidur larut lagi?”
Raven duduk. Ia memperhatikan gerak tubuh An Ruxue yang dulu tidak pernah ia curigai. Tapi kini ia melihat semuanya dengan mata yang berbeda. “Tidak. Aku hanya banyak berpikir,” jawabnya datar.
An Ruxue mengedip, tampak sedikit heran.
Biasanya, Raven remaja ini lembut, ramah, dan sedikit pemalu. Sekarang, ada sesuatu yang berbeda dalam cara ia berbicara. “Ah ya, jangan lupa. Hari ini kau harus datang ke pertemuan keluarga besar.”
“Untuk apa?” Raven bertanya, walau ia tahu jawabannya. An Ruxue tersenyum samar. “Ayahmu ingin mengumumkan beberapa hal penting. Tentu saja, itu akan sangat berpengaruh pada masa depan keluarga Qin.”
Raven mengangkat alis. Itu pertemuan awal yang nantinya akan memicu persaingan dalam keluarga.Pada kehidupan sebelumnya, ia datang ke pertemuan itu tanpa persiapan, polos seperti domba menuju kandang serigala.
Sekarang? Dunia yang berbeda menanti mereka.
“Aku mengerti,” Raven menjawab.
An Ruxue memandangnya lebih lama, seperti mencoba mempelajari perubahan dalam dirinya.
“Raven, kau… terlihat berbeda pagi ini.”
Raven menatapnya balik. Tatapannya dingin namun elegan, itulah tatapan seorang pria yang telah menjalani kehidupan penuh intrik selama satu dekade.
“Aku hanya… menyadari beberapa hal.”
“Oh?..“Hidup mengajarkan hal-hal penting. Kadang sangat keras.” An Ruxue terdiam beberapa detik.Raven bisa melihat itu membuatnya tidak nyaman.
Setelah sarapan selesai, Raven keluar rumah menuju halaman belakang. Angin pagi menyentuh wajahnya, memberikan sensasi yang dulu terasa biasa, namun sekarang… terasa seperti hadiah. Ia mulai meluruskan tubuh dan menghirup udara dalam-dalam. Dan tiba-tibq sebuah suara mekanis halus bergema di kepalanya.
[Sistem Rebirth aktif.]
[Mendeteksi: fluktuasi emosional stabil.]
[Mode Awal: Pemulihan Memori 100%.]
Raven memejamkan mata.
“Jadi kau benar-benar bukan mimpi.”
[Konfirmasi: Aku terhubung dengan keberadaanmu.]
[Tujuan: Memenuhi kehendak pemberi izin—membiarkanmu menapaki jalur baru.]
“Hmph. Jalur baru, ya?”
[Instruksi: Hancurkan mereka yang menghancurkanmu; lindungi sesuatu yang lebih berharga daripada hidupmu.]
Raven mengerutkan kening.
“Lindungi sesuatu? Apa itu?”
[…Informasi dikunci.]
Tentu saja sistem ini bukan hadiah gratis penuh.
Ada sesuatu yang tersembunyi.Namun itu bukan masalah baginya. Raven akan menemukan jawabannya cepat atau lambat.Yang penting sekarang ia telah terlahir kembalu
Dan ia siap membalikkan dunia.Beberapa jam kemudian, mobil keluarga Qin datang menjemput mereka.Saat Raven duduk di kursi belakang, ponsel lamanya bergetar.Sebuah pesan masuk.Nama di layar itu membuat napasnya berhenti sesaat.
Lin Yuxi.Nama yang menghancurkan hidupnya.Nama yang menusuk dadanya dengan tangan halusnya.Yang sekarang… masih berusia 17 tahun.Masih polos,belum bertemu dengan Li Feng,belum menjadi monster licik yang menusuknya,pesannya singkat tapi manis dan sederhana.
Yuxi: Selamat pagi, Raven~Jangan lupa hari ini kita janji ke perpustakaan, ya? Raven menatap pesan itu lama.Dalam kehidupan sebelumnya, pesan seperti itu membuatnya tersenyum seperti anak bodoh.
Sekarang?
Hatinya terasa tenang tidak ada cinta,tidqk ada kasih sayang dan tidak ada rasa dendam yang membabi buta. Pelan-pelan, ia mulai mengetik balasan.
Raven:
Aku ingat. Tidak lebih dan tidak kurang.
Ia akan menemuinya nanti.Dan melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa wajah polos gadis yang kelak akan menusuknya sampai mati.
Raven tiba di aula utama Mansion Keluarga Qin.
Tempat itu besar, megah, dan dipenuhi anggota keluarga besar baik itu saudara, sepupu, paman, bibi, semuanya berkumpul untuk mendengar pengumuman ayahnya.
Di masa lalu, Raven berdiri di tempat ini tanpa memahami apa pun dan Sekarang?
Ia tahu persis siapa yang akan menjadi lawannya kelak.Tatapannya menyapu ruangan.
Paman Ketiga pria berkacamata yang kelak mencuri sahamnya.Sepupu Jianhao yang kelak menghasut direksi untuk menjatuhkannya. Dua paman lain yang tampak ramah, padahal haus kekuasaan.
Mereka semua tersenyum padanya Ia membalas dengan senyum tipis.Senyum itu seperti bilah logam tipis, dingin, mematikan.
“Mereka bahkan tidak sadar apa yang akan menimpa mereka,” pikirnya.
Ayahnya, Qin Zhenshi, muncul dari balik pintu kayu besar dengan aura seorang pemimpin dengan tatapannya yang tajam. Dalam kehidupan sebelumnya, ayahnya ini meninggal karena tekanan politik internal keluarga.
Raven gagal menyelamatkannya.Raven gagal melihat semua tanda-tandanya.Tenggorokan Raven mengencang dan Melihat ayahnya masih hidup… sehat… bernapas…Hampir membuatnya lupa bahwa ini bukan mimpi.
Ayahnya menatap Raven dan tersenyum kecil senyum hangat yang hanya terlihat ketika mereka berdua saja.
“Raven,” panggilnya lembut. “Sini.”Raven mendekati ayahnya dan kemudian Ayahnya menepuk bahunya.“Sudah siap?”Raven menjawab dengan suara rendah namun tegas.
Tidak seperti suara remaja biasa. “Aku selalu siap.” Ayahnya terdiam sesaat. “Kau terdengar… berbeda.”Raven menatap tepat ke mata ayahnya. “Ayah,” katanya perlahan, “aku tidak akan mengecewakanmu.”
Ayahnya tersenyum. Dan di situlah Raven bersumpah pada dirinya sendiri:Kali ini, hidupnya bukan hanya untuk balas dendam.Tetapi juga untuk melindungi ayahnya dari kematian yang dulu ia biarkan terjadi.
Pengumuman keluarga pun dimulai semua mata tertuju pada ayahnya.Namun perhatian Raven tidak sepenuhnya di sana karena dari pintu samping, terlihat seseorang masuk perlahan.Langkahnya ringan dengan Rambut hitam panjang serta Wajah lembut dan polos.
Lin Yuxi Gadis yang di masa depan akan menusuk jantungnya dengan tangan sendiri.Mata mereka bertemu.Yuxi tersenyum.Senyum manis yang mampu mematahkan hati siapa pun. Raven… tidak tersenyum balik.Tatapannya tenang, dingin dan terukur. Yuxi terkejut kecil, seperti tidak terbiasa melihat Raven yang tidak menunjukkan rasa suka. Sementara itu, Raven hanya berpikir:
“Baiklah, Yuxi. Mari lihat…di kehidupan kedua ini, siapa yang akan mengendalikan siapa.”Dan permainan pun dimulai.