Senapan itu terarah tepat ke dahi Raven seolah-olqh waktu kembali mengulang kematiannya yang dulu. Namun kali ini, ia tidak berniat mati lagi.
Angin malam menerobos masuk ke gudang yang remang. Pintu tua yang hancur berderit pelan setelah ditendang dengan kekuatan brutal. Debu dan serpihan kayu berterbangan, sebelum akhirnya mengendap bersama aroma besi dan minyak senjata.
Raven menahan napas. Gadis kecil itu menggenggam lengan bajunya kuat-kuat, tangan mungilnya gemetar, tapi bukan karena murni takut lebih seperti seseorang yang merasakan sesuatu yang berdenyut dari masa lampau.
Pria bertopeng hitam itu melangkah masuk, langkahnya mantap, lambat, dan penuh keyakinan seorang pemburu terlatih.
Sama persis dengan cara dia muncul pada malam di mana Raven di masa lalu dikhianati dan ditembak mati.
Tidak mungkin…Dia seharusnya baru muncul lima tahun dari sekarang.Raven berpikir cepat.
Ada dua kemungkinan:
1. Ada yang mempercepat rencana pembunuhannya.
2. Ada pihak yang sudah mengetahui regresinya.
Keduanya sama-sama mengerikan.Pria bertopeng itu mengangkat senapan, ujung moncongnya berkilau.
“Rupanya benar. Tuan Muda Qin masih hidup.”
Suaranya serak, rendah, namun jelas penuh penghinaan.
Raven merasakan hawa dingin merayap ke tulang belakangnya bukan takut, tapi amarah dingin yang menumpuk selama dua kehidupan.
“Cukup banyak cari mati yang muncul hari ini,” Raven berkata datar.Pria itu tertawa kecil. “Jadi kau bisa berbicara dengan tenang meski nyawamu kupegang? Tidak buruk.”
Raven perlahan berdiri, mendorong gadis itu mundur ke belakang tumpukan peti. “Tinggal di sana. Jangan keluar...“Raven…” suara gadis itu bergetar, tapi matanya tetap memandangnya dengan keyakinan aneh...“Jangan mati. Kali ini… jangan tinggalkan aku.”
Kata-kata itu menusuk sesuatu dalam dirinya.
Bagaimana mungkin seorang gadis berusia dua belas tahun berbicara dengan kepastian seperti itu?Namun ia tidak punya waktu mencari tahu.
Ketegangan di ruangan pun memuncak.
“Diam di sana,” ulang Raven lembut sebelum menatap pemburu itu.Senyum di bibirnya berubah kejam. “Kau datang terlalu cepat. Atau kau terlalu bodoh?”
Pria bertopeng mengangkat senapannya sedikit.
“Tidak penting. Tugas utamaku adalah memastikan kau menghilang dari permainan.”
Permainan ya..Kata yang sama persis yang digunakan pembunuh di kehidupan sebelumnya.
“Apa keluarga Qin yang memerintahkannya?” Raven menantang tetapi Pria bertopeng tidak menjawab.Itu sudah cukup sebagai jawaban.
Raven mencengkeram lantai, bersiap mengambil langkah.
Namun…
【SYSTEM ALERT】
Deteksi Senjata: High-Impact Tactical Rifle
Serangan langsung memiliki kemungkinan mematikan 92%.
Rekomendasi: Gunakan Ability Fragment — ‘Kinetic Step’ (Durasi 15 detik).
Raven memicingkan mata.“Kau memberiku hadiah sekarang, Sistem?”
【Tidak. Ini untuk memastikan host tidak mati dengan cara kematian yang bodoh 】
Raven hampir ingin tertawa.“Baik.”
Ia mengaktifkan fragmen itu.
【Ability: Kinetic Step – Aktif】
Kecepatan: +200%
Refleks: +180%
Durasi: 15 detik
Waktu di sekelilingnya perlahan-lahan mulai bergerak lambat dan detak jantung dunia bergema panjang.Napas pemburu itu terdengar seolah berasal dari bawah air.
Raven melangkah atau lebih tepatnya, menghilang dari tempatnya.Pria itu refleks menarik pelatuk.
BAM—!
Peluru menembus udara… dan menghantam dinding kosong.Raven sudah berada tepat di sampingnya.“Senapan bagus,” Raven berbisik di telinganya. “Sayangnya tidak cukup cepat.”
Sikutnya menghantam tulang rusuk pemburu itu.Pemburu terlempar beberapa meter namun pria itu bukan amatir.Ia berguling, menarik pisau belati hitam, dan menyerang ke arah Raven tanpa ragu.
“Kau cepat,” katanya. “Tapi bukan berarti tak bisa kubunuh.”..Raven menghindar, tubuhnya bergerak sehalus air...“Mencoba membunuhku dua kali di dua kehidupan berbeda? Sedikit keterlaluan, bukankah begitu?”
Pria itu terdiam.“… Apa maksudmu?”
Ups.Raven terlalu jujur.
Tapi ia mengubah ekspresi, menatap dingin.
“Kau pikir aku tidak tahu siapa yang memerintahkanmu? Ayahku sendiri ingin aku lenyap. Tapi kau terlalu percaya diri jika menganggap rencanamu akan sama seperti masa lalu.”
Pria itu semakin bingung...“Masa lalu…?”
Sebelum Raven bisa bergerak lagi, efek ability mulai melemah.【Durasi kemampuan tersisa: 4 detik】Raven menghela napas sebal.“Waktu habis. Baiklah.”
Pria itu menyerang lagi ke arah Raven,lalu kemudian ia mengangkat lutut dan menghantam pergelangan tangan musuh. Pisau terlepas. Pemburu mencoba meraih kembali senapan.
Raven menendangnya, senapan terpental jauh ke belakang.Pertarungan jarak dekat dimulai.
Tinju, tendangan, gerakan saling serang menghantam udara gudang gelap.Pria bertopeng itu kuat, sangat kuat.Di kehidupan sebelumnya, Raven adalah CEO biasa, bukan petarung.
Tapi sekarang…Bahkan tanpa ability, aku jauh lebih cepat dari diriku yang dulu.Raven memukul rahang musuh hingga topengnya retak.
Pria itu terhuyung.
“Kau… bukan seperti laporan.”
“Laporan apa?”
Raven menahan bahu musuh dan memutar lengannya hingga bunyi crack suara tulang patah terdengar.
“AARGH—!”
Raven membisikkan, “Lain kali, minta laporan baru. Aku bukan Qin Raven yang lama.”
Saat pria itu jatuh tersungkur, Raven mendekatinya untuk memeriksa identitas.Namun…Pria itu tersenyum.
“Sudah waktunya...“Tunggu—”
Klik.
Raven menoleh kebelangan dan sebuah detonator kecil berada di tangan musuh.
Sinar merah blink-blink.
Bom waktu?!..System bergetar keras.
【WARNING】
Ledakan Terdeteksi!
Estimasi waktu: 8 detik.
Radius ledakan: 40 meter.
Ancaman fatal bagi Subjek 07.
Raven memaki keras dalam hati.
“k*****t!”..Pria itu tertawa lemah.
“Jika aku gagal membunuhmu… maka aku akan memastikan bocah itu tidak bertahan.”
Raven menghantam wajah pria itu hingga ia pingsan tapi itu tidak penting.Yang penting sekarang ada dengan cepat melindungi gadis itu.Penyelamatan di Tengah Kegelapan Raven berlari kembali ke arah gadis kecil itu.
Gadis itu berdiri terpaku, tapi matanya masih tajam seolah ia tahu apa yang akan terjadi.
“Pegang tanganku.”..Suara Raven tegas.Gadis itu meraih tangannya tanpa ragu.
Ledakan? Bom?..Raven tidak peduli.
Yang ia tahu hanyalah:Aku tidak akan membiarkanmu mati lagi.Ia menggendong gadis itu dalam satu tarikan, menempelkannya ke dadanya, lalu berlari keluar gudang secepat mungkin.
System berteriak:
【5 detik】
【4 detik】
【3 detik】
Raven menghancurkan jendela samping dengan sikunya dan melompat keluar membawa gadis itu.
【2 detik】
【1 detik】
BOOOOOM!!!
Gudang itu meledak dalam api merah menyala.
Gelombang kejut mendorong Raven ke tanah, tubuhnya melindungi gadis itu dengan seluruh tenaga.Debu, panas, serpihan metal berserakan di udara.Butuh beberapa detik sebelum dunia kembali tenang.
Raven terengah tapi mencoba untuk tetap sadar.
Gadis itu membuka mata pelan, memandang wajahnya yang tertutup debu.“Kau menyelamatkanku.”..Suaranya kecil, tetapi mengandung sesuatu yang besar.
Raven mengangguk. “Itu janji.”..Gadis itu memeluk lehernya erat, seolah sudah lama mengenalnya....“Nama… aku butuh namamu,” kata Raven.
Gadis itu tersenyum samar...“Namaku… Xiaolan.”
Raven mengangguk...“Mulai hari ini, Xiaolan… kau berada di bawah perlindunganku.”
Tiba-tiba System berbunyi.
【MISI SELESAI】
Hadiah Utama Diaktifkan: Identitas Tambahan “Heir of the Silent Consortium”
Kemampuan Baru: Strategic Foresight (Passive)
Unlock File Rahasia: Target Eliminasi Prioritas Tinggi ‘Qin Raven’
Pengunggah: Keluarga Qin
Raven terkejut sementara gadis itu menatap kearahnya dengan tatapan yang polos.
“Ada apa?”..Raven mengepalkan rahang.
Ayahku… secara resmi memasukkan namaku ke dalam daftar pembunuhan dan dia mulai sepuluh tahun lebih awal.Sementara itu, di balik bayangan reruntuhan, sepasang mata lain mengamati mereka secara diam-diam.Dia adalah seseorang yang tidak seharusnya ada di kota ini pada waktu dan timeline ini.Dan ia tersenyum tipis.
“Raven… akhirnya kau kembali.”
Raven menatap ke arah layar transparan System yang melayang di udara seperti hologram biru dingin. Deretan notifikasi itu muncul langsung di matanya, seperti belati yang diselipkan perlahan ke tulang rusuk.
【FILE RAHASIA DIBUKA】
Nama Target Eliminasi: Qin Raven
Status: Prioritas Tinggi
Pengunggah: Dewan Inti Keluarga Qin
Tanggal Unggah: 10 tahun lebih awal dari Timeline Asli
Jadi benar… Mereka mempercepat gerakannya.
Ayah, paman, seluruh dewan… kalian bahkan tidak memberi waktu bagiku untuk bernapas. Angin malam menerpa wajahnya, membawa bau asap dari reruntuhan gudang yang masih menyala merah seperti luka terbuka.
Xiaolan menatap Raven yang tiba-tiba membeku...“Kau terlihat marah… tapi juga sedih,” bisiknya dengan suara yang terlalu dewasa untuk anak berusia dua belas tahun. Raven menghela napas panjang...“Aku tidak sedih. Hanya… mengingat sesuatu yang seharusnya sudah mati.”
Xiaolan meraih jari-jarinya..“Kau tidak sendirian.”
Kata-kata itu sederhana, tapi di d**a Raven, sesuatu bergetar sesuatu yang sudah lama ia kubur di bawah lapisan dingin dan dendam.Namun dunia tidak memberinya kesempatan untuk merasakannya.
Dari kejauhan, suara deru motor mendekat. Lampu-lampu putih menyala, menembus kegelapan.Raven menoleh cepat, tubuh menegang, siap bertarung lagi.Tiga motor berhenti bersamaan dengan sebuah formasi profesional, terlalu rapi untuk geng jalanan biasa.Enam pria turun, semuanya memakai jaket tak bertanda. Gerakan mereka sinkron, bersih, dan sangat berbahaya.
Seseorang dari mereka membuka helm.Pria berambut abu-abu itu tersenyum tipis.“Sudah selesai?” tanyanya santai, seolah mereka baru menyelesaikan latihan kecil.Raven mengecilkan mata.Bukan orang ayah. Bukan orang paman. Siapa mereka?
Pria itu melangkah maju, tidak menunjukkan niat permusuhan… tapi kehadirannya bagaikan ular yang melata di rumput basah.“Maaf mengganggu malammu, Tuan Qin Raven,” katanya pelan.“Tapi kami diberi tugas untuk memastikan sesuatu...“Apa?” Raven menyiapkan posisi bertarung, tubuh condong sedikit ke depan.
Pria itu tersenyum, tapi senyum itu dingin..“Bahwa kau tetap hidup.”
Raven membeku..“…Apa?”
“Jika kau mati,” pria itu melanjutkan,..“kepentingan tertentu akan runtuh. Jadi… kami datang mengusir sisa-sisa gangguan kecil.”
Ia menunjuk reruntuhan gudang yang masih berasap.Xiaolan bersembunyi di belakang Raven, memegang bajunya erat-erat.Raven menatap pria itu.
“Siapa kau?”
Pria itu memberi hormat kecil dengan dua jari di pelipis..“Kami adalah bayangan dari konsorsium lama yang hampir punah. Dan kau…,” ia menatap Raven seolah menilai harga hidupnya, “adalah satu-satunya pewaris resmi kami.”
Raven mengerjapkan mata perlahan.
Pewaris…?..Ini berkaitan dengan hadiah System tadi?..‘Heir of the Silent Consortium’… apakah ini organisasi nyata?
Pria itu terus tersenyum lembut, tapi matanya memancarkan ancaman..“Jangan khawatir. Kami bukan musuh. Untuk saat ini.”
Angin bertiup kencang. Api dari reruntuhan gudang memantulkan cahaya jingga di wajah pria-pria misterius itu.Pria berambut abu-abu itu perlahan-lahan mulai jalan mendekat.Raven secara refleks mundur, melindungi Xiaolan dengan lengannya...“Mulai malam ini,” pria itu berkata, “kau bukan hanya buronan keluargamu sendiri.”
Ia menatap Raven dengan tatapan yang mengiris...“Kau adalah bagian dari permainan yang jauh lebih besar, Tuan Muda Qin..Raven menahan napas.
Pria itu menyunggingkan senyum aneh campuran antara rasa hormat dan ancaman.
“Dan sayangnya… kau baru saja membuat musuh yang bahkan tidak kau sadari ada di dunia ini...Xiaolan menggigil.
“Raven… apa maksudnya?” suaranya kecil, memohon jawaban.
Raven menatap ke depan.Siluet pria-pria misterius itu mulai memudar tertelan kabut, seolah mereka tidak benar-benar berdiri di dunia nyata.Dalam hening itu, System berbunyi satu kali lagi lebih berat, lebih dingin dari sebelumnya.
【PERINGATAN TAMBAHAN】
Perubahan Timeline terdeteksi.
Entitas Tingkat-S telah bergerak.
Rekomendasi: Tingkatkan kekuatan secepat mungkimat Atau mati.
Raven mengepalkan tangan.Jadi ini… babak baru kehidupan keduaku.Di belakangnya, gudang yang meledak berderak keras dan runtuh sepenuhnya seolah menutup lembaran lama dengan paksa.
Raven menggendong Xiaolan dengan hati-hati, lalu berdiri menatap langit malam yang gelap dan tak berbintang..“Aku tidak akan mati,” katanya pelan… namun dingin seperti es yang membeku seribu tahun.
Xiaolan menatap wajahnya..“Aku percaya.”
Raven mengangguk, langkahnya mantap meninggalkan lokasi ledakan.Namun sebelum ia menghilang dari kegelapan jalan kecil itu, sebuah suara berbisik lembut dari arah reruntuhansuara yang tidak terdengar oleh Xiaolan…tapi terdengar sangat jelas oleh Raven.
“Selamat datang kembali… pewaris terakhir.”
Raven berhenti..Wajahnya kembali membeku.
Siapa pun kau… aku akan menemukanmu.Lalu ia melangkah masuk ke dalam malam.Menandai awal peperangan baru yang bahkan belum sempat ia bayangkan.