Rumah besar keluarga Qin berdiri megah di atas bukit, tetapi bagi Raven, bangunan itu lebih mirip kuburan hidup tempat kematiannya dimulai di masa lalu.Lampu-lampu halaman mansion Qin menyala hangat, seperti menyambut kepulangan seorang anak yang ditunggu.
Namun di balik cahaya itu, Raven tahu siapa pun di dalam sana tidak sedang menunggu dirinya melainkan menunggu kematiannya.Raven menggendong Xiaolan, yang tertidur kelelahan di pundaknya. Gadis itu memeluk lehernya erat, seolah takut dilepas.Ia mengatur napas sebelum menekan bel gerbang.
Ting—
Suara langkah cepat terdengar, kemudian gerbang terbuka.Seorang pria tua dengan seragam hitam berdiri di sana. Rambutnya perak, sikapnya tegak penuh wibawa.
“Raven…”
Suara itu bergetar.
Itu Butler Han orang yang membesarkannya sejak kecil, satu-satunya manusia yang ia percaya sepenuhnya di kehidupan sebelumnya.
Butler Han menatapnya lama, lalu pandangannya jatuh pada gadis kecil yang ia gendong.
“Tuan Muda… siapa dia?”
Raven tersenyum tipis. “Anak yang kubawa pulang.”
Butler Han tidak mengkritik, tidak bertanya lebih jauh.Ia hanya membuka gerbang dan menunduk sedikit.
“Selamat datang kembali, Tuan Muda Qin.”
Kata-kata yang sederhana, tetapi bagi Raven… itu adalah satu-satunya sambutan yang tulus di seluruh mansion itu.
Begitu mereka masuk, pelayan muda langsung memandang dengan tatapan terkejut.
“Tuan Muda kembali?”
“Tapi… bukankah ada rumor dia”
“Diam! Jaga mulutmu!”
Bisikan-bisikan itu tidak lolos dari pendengaran Raven, tapi ia tidak peduli.Butler Han berjalan di sampingnya.
“Tuan Muda… mengingat kejadian ledakan tadi, apakah Anda baik-baik saja?”
“Ledakan itu bukan kecelakaan,” jawab Raven datar. “Ada yang mengincarku.”
Butler Han berhenti sesaat.
“Apakah Tuan sudah mengetahui siapa yang bertanggung jawab?”
Raven menatap lurus ke depan.
“Menurutmu siapa?”
Wajah Butler Han mengeras.
“… Tuan Besar?”
Raven tidak menjawab.Dan itu sudah cukup sebagai jawaban.Kehidupan Sebuah Anak yang Tidak DiinginkanSetibanya di pintu utama mansion, muncul sosok perempuan berwajah cantik, rambut disanggul rapi, bibir menampilkan senyum palsu.
Madam Qin.Wanita yang selalu memanggilnya “anak” dengan manis tapi memerintah pembunuh untuk menyingkirkannya di belakang.
“Oh, Raven sayang~ kau pulang sangat terlambat.”
Suaranya lembut, namun mata dingin.
“Kami hampir khawatir.”
Raven tidak berhenti berjalan.
“Heh. Tidak perlu berpura-pura khawatir. Aku baik-baik saja.”
Madam Qin tersenyum tipis, berhenti tepat ketika melihat gadis kecil di pundaknya.
“Mm? Dan bocah ini?”
“Orang yang kubawa,” jawab Raven pendek.
Madam Qin mengangkat alis, menilai Xiaolan seperti menilai barang bekas.
“Raven, kau tidak seharusnya membawa anak asing ke dalam rumah keluarga Qin. Bagaimana kalau…”
Raven menoleh dengan senyum dingin.
“Bagaimana kalau aku tidak meminta pendapatmu?”
Suasana di lorong membeku.Pelayan menahan napas.Butler Han menatap Raven seolah melihat sosok baru.Madam Qin menyipitkan mata. “Sepertinya kau berubah, Raven.”
“Kau hanya menyadarinya terlambat.”
Raven melewatinya tanpa menunggu reaksi.
Butler Han membantu membukakan pintu kamar Raven.Kamar luas, rapi, semuanya tetap sama dengan kehidupan sebelumnya kecuali satu hal:
Dalam hidup sebelumnya, kamar ini menjadi tempat pertama Raven ditembak.Saat dia tidak sempat melakukan perlawanan.Kini, tempat ini menjadi langkah awal perlawanan.
Raven meletakkan Xiaolan di tempat tidur, membetulkan selimutnya.Gadis itu menggeliat pelan.
“Raven… jangan pergi…”
Suara itu terlalu lembut, terlalu rapuh.Seperti suara seseorang yang sudah terlalu banyak kehilangan.Raven meletakkan tangan di kepalanya. “Aku tidak kemana-mana. Tidurlah.”
Xiaolan tersenyum tipis sebelum tertidur kembali.
Butler Han berdiri di samping pintu.
“Anak itu… apakah dia dalam bahaya?”
“Ya.”
“Lalu Anda?”
“Aku selalu dalam bahaya.”
Butler Han menghela napas.
“Jika Tuan Muda membutuhkan bantuan, saya
“Tidak,” potong Raven.
“Aku butuhmu tetap hidup. Jangan lakukan apa pun yang mencurigakan. Mereka mengawasi.”
Butler Han mengepalkan tangannya.
“… Mengerti.”
Munculnya System yang Lebih Aktif
Saat Butler Han pergi, Raven duduk di kursi dekat jendela.
“System,” panggilnya lirih. “Tampilkan data Identitas Tambahan.”
Hologram biru muncul.
【IDENTITAS TAMBAHAN: HEIR OF THE SILENT CONSORTIUM】
Level Pengaruh: Sangat Tinggi
Jaringan Kekuasaan: Ekonomi Bayangan — Sektor Finansial Internasional
Hubungan Keamanan: Kelompok Kontra-Intelijen Swasta
Efek Utama: Akses terhadap dana, informasi, dan perlindungan dari organisasi yang beroperasi 20 tahun di masa depan.
Raven memijit dagu.
“Jadi aku baru saja menjadi pewaris organisasi yang bahkan pemerintah tidak sepenuhnya ketahui keberadaannya… dan organisasi itu akan muncul di masa depan.”
【Benar, Host.】
“Dan itu berarti dunia ini… timeline ini… jauh lebih berbahaya dari dugaanku.”
【Itu benar juga.】
Raven menutup mata dan System melanjutkan:
【Host, perhatikan ini.】
Dalam timeline baru ini, kematian host di masa lalu mempercepat aktivasi konflik internal keluarga Qin.
Host menjadi target utama eliminasi.
“Jadi mereka mempercepat pembunuhan,” gumam Raven.
【Tidak hanya itu.】
Ada pihak ketiga yang juga mengincar gadis tersebut.Subjek 07 bukan anak biasa.
Raven membuka matanya, menatap Xiaolan yang tidur damai.“Apa dia… bagian dari sesuatu?”
【Jawaban: Tidak diketahui. Namun resonansi temporalnya tinggi. Dia terhubung dengan perjalanan waktu host.】
Raven menghela napas panjang.
“Jadi bukan hanya aku yang kembali. Ada hal lain yang kembali bersamanya.”System tidak menjawab.
Tiba-tiba
Tok. Tok. Tok.
Seseorang mengetuk pintu.Raven langsung berdiri, mengambil vas keramik berat senjata improvisasi yang jauh lebih efektif daripada tampaknya. Ia mendekati pintu tanpa suara.
“Raven?”
Suara seorang pria muda terdengar dari balik pintu.
“Ini aku. Qin Liang.”
Adik laki-laki tirinya.Dalam hidup sebelumnya, Qin Liang adalah penyebab banyak sakit hati Raven meski ia bukan pembunuh, ia kaki tangan yang setia pada Madam Qin dan ayah mereka.
Raven membuka pintu sedikit.Qin Liang memasuki kamar dengan wajah bingung.
“Apa kau baik-baik saja? Kami dengar berita ledakan. Ayah sangat”
“sibuk memastikan aku mati?” potong Raven.
Qin Liang membeku.
“A-apa maksudmu?”
Raven mendekat, tatapannya menusuk.
“Sudah kubilang… jangan berbohong padaku.”
Qin Liang mundur selangkah, gugup.
“Aku hanya ingin memastikan kau”
BRUK.
Raven menarik kerah bajunya, menyeretnya mendekat seperti menangkap anak kucing.
“Jangan pura-pura peduli,” bisiknya. “Di kehidupan sebelumnya, kau salah satu dari mereka yang merayakan kematianku.”
Qin Liang menelan ludah.
“Apa… apa yang kau bicarakan? Kau terdengar seperti orang gila”
Raven melemparkannya ke sofa.
“Keluar sebelum aku benar-benar marah.”
Qin Liang berlari keluar tanpa menoleh.
Saat Raven hendak menutup pintu System tiba-tiba berbunyi.
【WARNING — Ancaman Baru Terdeteksi】
Lokasi: Atap Mansion Qin
Profil: Tidak Dikenali
Level Bahaya: Sangat Tinggi
Raven menegang.Di luar jendela kamarnya, sebuah bayangan melayang di atas atap, bergerak cepat, sigap, tidak terdengar langkahnya sama sekali.Raven mengambil napas panjang.
“Sepertinya permainan dimulai lebih cepat dari dugaanku.”
Dan dari balik kaca jendela…Sepasang mata emas memandang langsung ke arah Raven, seakan menembus kegelapan.