Gisela sangat bersemangat sekali. Lelaki itu benar-benar menepati semua ucapannya. Meskipun awalnya ia ragu. Karena tak mungkin Manggala dengan baik hati menuruti semua keinginanya. Dirinya berusaha mellihat ke dua bola mata lelaki itu. Hanya sebuah ketulusan yang didapatkan. Dan tentu saja itu berbeda sekali dengan sosok Manggala yang dulu ia kenal.
Waktu memang bisa mengubah banyak orang. Termasuk Manggala yang kini terasa sangat mencintainya. Akan tetapi, dirinya tak berani untuk mendekati. Karena takut bila ini semua hanya ilusi yang dibuat pikirannya.
Kenyataan yang berbeda dari harapan adalah penyebab rasa sakit dalam hidupnya. Di mana dulu ia sangat memuja lelaki tersebut. Menggilai sosok Manggala yang ternyata tidak memiliki perasaan sedikit pun kepadanya. Membawa sebuah derita