Gisela mengerucutkan bibir. Perempuan itu tak menemukan buah yang diinginkan. Kalau seperti ini tak ada pilihan lain. Ia mengambil apel dan memotongnya tanpa perlu repot-repot mengupas kulit. Karena ia lebih suka memakan apel seperti ini. Dengan potongan kecil yang masih ada kulitnya. Terasa nikmat sekali dan juga segar.
Tak lupa ia menaruh anggur juga dalam mangkok. Sekalian dirinya juga memotong pear. Buah-buahan yang banyak mengandung air adalah kesukaannya. Padahal tadi ia sudah makan malam bersama Gala. Namun, entah mengapa perutnya minta diisi lagi. Dan pilihannya jatuh pada buah. Beruntung sekali lelaki itu sudah menyiapkan banyak buah untuknya. Meskipun jeruknya sudah habis terlebih dahulu.
Ia pun mengambil toples isi kue kering yang memang disediakn untuknya. Bila tiba-tiba di