Pada akhirnya Sela sudah memutuskan ke depannya seperti apa. Dirinya telah memikirkan baik-baik dan menimbang pendapat Aya. Meskipun sang kawan memihak kepada kakaknya. Setidaknya saran dari adik iparnya bisa diperhitungkan.
Apalagi, ia baru mengetahui. Kalau rumah ini dan beberapa asset menjadi miliknya. Dan itu semua diberkan lelaki itu tanpa persyaratan apapun. Langsung setuju aja saat Aya menyuruh sang kakak untuk menyerahkan sebagian harta diatas namakan Gisela. Tanpa berpikir panjang, lelaki itu pun setuju. Dan sekarang dirinya memiliki sebagian saham perusahaan.
“Kamu serius?” tanya Sela tak percaya. Tak mungkin, Manggala mau memberikan sebagaian harta kepadanya. Apalagi hampir enam puluh persen sudah berubah menjadi namanya. “Kakakmu nggak lagi kesurupan, ‘kan?”
Aya tertawa di