Gisela termenung sendirian. Semua jalan terasa buntu dan tak ada celah untuknya keluar. Bahkan Aya pun mendukung mereka bersatu kembali. Sejak awal sang kawan memang sudah tahu perasaan Gala. Membiarkan lelaki itu mengatakannya sendiri.
Memang Manggala tidak menuntut perasaannya terbalaskan. Akan tetapi, lelaki itu hanya ingin menebus kesalahan yang pernah dilakukan. Dengan cara membahagiakan dirinya dan calon buah hati. Apapun yang diminta akan sebisa mungkin Gala wujudkan.
Dan lelaki itu benar-benar menepati ucapannya. Seperti saat mereka baru saja kembali ke dalam rumah. Awalnya, mereka akan tidur dalam satu kamar. Namun, Sela tak sanggup dan memilih di kamar yang berbeda.
“Baiklah,” ujar Gala kala itu. Lelaki tersebut membiarkannya tidur di kamar utama. Sedangan dirinya memilih ka