Manggala menoleh. Alangkah terkejutnya melihat siapa yang yang memanggil. “Luve?”
Luvena mengangguk. Langsung duduk di depan lelaki itu. “Kamu kok kelihatan kaget gitu?”
Lelaki itu menggeleng pelan. Menatap tak percaya kenapa perempuan itu masih ada di sini. Padahal dirinya sudah tidak menghubungi. Bahkan nomernya saja sudah dihapus dari kontak ponsel Gala. Karena pria itu memang ingin membuka lembar baru bersama dengan Sela. Dan melupakan semua tentang Luvena.
Akan tetapi, kejadian malam itu membuat masalah baru. Bukannya keinginannya berhasil. Malah membuatnya berjalan memutar. Sebab dirinya harus meyakinkan Gisela kalau permintaan itu sungguh-sungguh. Bukan hanya karena bentuk tanggung jawab dari yang diperbuat. Atau merasa kasihan dengan perempuan itu.
Tidak sama sekali. Entah sej